JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tasyakuran di Alun-Alun, Warga Cianjur: Saya Malu Punya Pemimpin Korup

15 Desember 2018, 10:00:59 WIB
Tasyakuran di Alun-Alun, Warga Cianjur: Saya Malu Punya Pemimpin Korup
(MAMAT MULYADI/RADAR CIANJUR)
Share this

JawaPos.com - Di Alun-Alun Cianjur, Jawa Barat, nasi-nasi liwet itu bertemu dengan berbagai orasi dan kerumunan ribuan warga. "Bergandengan tangan" demi mensyukuri operasi tangkap tangan KPK terhadap Bupati Irvan Rivano Muchtar.

Nasi-nasi liwet itu dibawa oleh masing-masing perwakilan dari 27 organisasi kemasyarakatan. Seperti dilaporkan Radar Cianjur, makan bersama dihelat di sejumlah titik di sekitar alun-alun.

"Tidak perlu dibeberkan atau dijelaskan lagi. Semua publik sudah tahu apa permasalahannya. Ingat, kezaliman pasti runtuh karena itu semua berkat doa masyarakat," ujar Ketua Gerakan Aktivis Presidium Rakyat (APR) Cianjur Ridwan Mubarok, salah seorang yang berorasi.

Tasyakuran di Alun-Alun, Warga Cianjur: Saya Malu Punya Pemimpin Korup

Irvan resmi menyandang status tersangka dari KPK karena diduga memotong anggaran dana alokasi khusus (DAK) pendidikan Cianjur pada 2018. Setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, pada Kamis (13/12), Irvan membantah telah mengeluarkan perintah pemotongan anggaran tersebut.

Pada saat yang sama, dia tak menampik kemungkinan pemotongan itu atas inisiatif anak buahnya. "Ya, seperti itu mungkin. Nanti kuasa hukum yang jelaskan," kata dia.

Di Alun-Alun Cianjur, petugas satpol PP yang bertugas memperingatkan warga agar tak menginjak rumput sintetis. Namun, saking banyaknya warga, petugas kewalahan.

Warga akhirnya berkerumun di sekitar kolam yang dikelilingi rumput sintetis. Tak sampai di situ, warga lantas membuka paksa benteng seng tempat turun dan naik ke lokasi alun-alun.

Bunyi benteng seng pun sempat membuat gaduh. Tanpa dikomando, pintu gerbang pendapa di seberang alun-alun pun dibuka.

Warga kembali ke alun-alun dan mendekati mobil orasi. Di sana mereka cukup lama berkumpul sambil mendengarkan orasi. Menjelang sore, mereka mulai terlihat santai dan berswafoto ria di alun-alun dan pendapa.

Pimpinan Yayasan Attaqwa Cianjur Ustad Umar dalam orasinya memaparkan, pihaknya akan tetap mengawal dan terus memberikan dukungan kepada KPK. "KPK tak boleh berhenti di sini dan mampu menangkap satu per satu pejabat Cianjur yang terlibat," katanya.

Ketua Bravo Komando Grup Bambang Adi S. menambahkan dalam orasinya, ada tujuh tuntutan masyarakat yang harus dipenuhi. Di antaranya, meminta Pemkab Cianjur segera menghapus dan mencopot stiker, spanduk, serta baliho bertulisan Cianjur Jago. Juga menghapus nama Irvan Rivano Muchtar di tugu selamat datang Cianjur di perbatasan.

"Kembalikan fungsi camat, lurah, Kades, RW, dan RT kepada tugas yang semestinya dengan melarang berpolitik untuk mendukung salah satu partai politik."

Seorang warga Gekbrong, Cianjur, Asep Sopiandi mengungkapkan kehadirannya di alun-alun untuk memastikan undangan yang beredar di media sosial perihal adanya makan nasi liwet sebagai bentuk rasa syukur. "Saya malu punya pemimpin yang korupsi. Mudah-mudahan pimpinan yang akan datang baik, tak korup, sayang rakyat, dan amanah kepada masyarakat," ujar Asep yang mengaku datang bersama teman dan saudara. 

Editor           : Dhimas Ginanjar
Reporter      : (dil/jun/c6/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up