alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ke Riau, Jokowi Bagikan 6.000 Sertifikat Tanah

15 Desember 2018, 17:35:24 WIB
Ke Riau, Jokowi Bagikan 6.000 Sertifikat Tanah
Presiden Joko Widodo memberikan 6.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Riau di rumah dinas Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12) siang. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo membagikan sebanyak 6.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Riau. Pembagian dilakukan di Rumah Dinas Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (15/12) siang.

Pembagian sertifikat ini, merupakan program khusus pemerintah dalam bentuk Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Dibagikan karena Jokowi sering mendapat keluhan dari masyarakat bahwa sering terjadi sengketa lahan.

"Ada di mana-mana. Bukan hanya di Pulau Sumatera, bukan hanya di Pulau Jawa, di Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB, Maluku, dan Papua ada semua yang namanya sengketa," kata dia dihadapan ribuan masyarakat.

Sengketa lahan kata dia, bukan hanya terjadi antara masyarakat dengan masyarakat saja. Tetapi juga dengan perusahaan bahkan pemerintah. "Karena apa? Masyarakat tidak pegang ini yang namanya tanda bukti hak hukum atas tanah yang namanya sertifikat," sebutnya.

Sertifikat tanah ini, sudah diberikan kepada 46 juta dari 126 juta masyarakat yang harus diberikan. "Artinya masih kurang 80 juta sertifikat di seluruh Tanah Air. Banyak sekali sehingga sengketa-sengketa itu terjadi," jelasnya.

Kendala penerbitan sertifikat itu kata Jokowi, karena setiap tahunnya BPN hanya bisa mengeluarkan sekitar 500 ribu sertifikat saja. Jika sasarannya 126 juta masyarakat, maka perlu waktu 160 tahun agar semuanya bisa mendapatkan sertifikat itu.

"Siapa yang mau tunjuk jari? Kalau ada yang mau, tunjuk jari, maju saya beri sepeda. Enggak ada yang mau kan?" tanyanya.

Dengan berbagai permasalahan tanah ini, maka di tahun 2017 lalu Jokowi memerintahkan Menteri BPN Sofyan Djalil agar 5 juta sertifikat tanah bisa dibagikan kepada masyarakat.

"Saya enggak mau tahu menterinya enggak tidur silakan, kantor BPN enggak tidur silakan. Mau lembur Sabtu-Minggu silakan. Yang paling penting 5 juta sertifikat harus diberikan kepada masyarakat tahun yang lalu. Alhamdulillah bisa selesai," tegasnya.

Selanjutnya, di tahun 2018 ditargetkan 7 sertifikat tanah juga harus dibagikan. Program ini rencananya akan rampung dalam dua Minggu mendatang. Setelah tahun ini selesai, maka tahun depan rencananya akan membagikan 9 juta sertifikat.

"Entah kantor BPN kerja sampai pagi, Sabtu-Minggu kerja, yang penting rakyat harus dilayani secepat-cepatnya dalam urusan sertifikat ini," ucapnya.

Sementara itu, sudah diterimanya sertifikat ini Jokowi berpesan agar masyarakat bisa menyimpannya dengan baik agar tak rusak apalagi hilang. "Saya titip kalau sudah dapat sertifikat agar diplastiki seperti ini. Ini kalau gentengnya bocor masuk ke lemari sertifikat enggak rusak," imbuhnya.

"Tapi juga tolong difotokopi. Yang satu taruh lemari satu, yang satu taruh lemari yang satunya. Sehingga kalau yang asli hilang masih punya fotokopi ngurus ke kantor BPN cepat," bebernya.

Selain itu, Jokowi juga berpesan agar sertifikat tidak 'disekolahkan'. "Sertifikat ini bisa dijadikan agunan, tapi saya titip kepada Bapak/Ibu semuanya agar sebelum meminjam uang agar dihitung dulu, dikalkulasi dulu, bisa ngangsur tidak setiap bulan? Kalau enggak bisa enggak usah minjam. Tapi kalau hitungannya masuk bisa ngangsur dan masih ada keuntungan silakan dipakai untuk agunan," pungkasnya.

Editor           : Yusuf Asyari
Reporter      : (ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini