JawaPos Radar

Dua Pendaki yang Hilang di Merapi Berhasil Dievakuasi

15/12/2017, 08:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gunung Merapi
ILUSTRASI (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Setelah dilaporkan hilang pada Selasa (12/12) lalu, dua pendaki yang hilang di Gunung Merapi akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa turun pada Kamis (14/12). Dua pendaki itu adalah Sucipto dan Muhammad Zada Lubab. Mereka ditemukan tim relawan secara terpisah.

Meski lemah, keduanya tidak mengalami cedera serius. Berdasar rilis yang diterima JawaPos.com, Muhammad Zada Lubab ditemukan tak jauh dari Basecamp Sapuangin. Sedang Sucipto ditemukan sekitar pukul 08.40 WIB di sekitar Pasar Bubrah dan diturunkan melalui jalur Selo, Boyolali.

Zada kondisinya agak parah karena mengalami beberapa luka memar dan lecet. Karena dia memiliki riwayat penyakit berupa fraktur kaki sehingga sangat menghambat pergerakanya untuk mencari lokasi aman. Ia sampai di basecamp Sapuangin pada Kamis (14/12) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sementara Sucipto dibawa ke basecamp Barameru untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya tekanan darah dan denyut nadinya normal, sehingga tidak perlu dirujuk ke Rumah sakit.

Komandan Search and Rescue (SAR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brotoseno membenarkan informasi berhasilnya proses evakuasi kepada dua pendaki yang hilang tersebut. "Benar informasinya. Sudah dievakuasi," katanya, Kamis (14/12) malam.

Untuk diketahui, dua pendaki dikabarkan hilang ketika hendak turun dari puncak Gunung Merapi. Mereka adalah Muhammad Zada Lubab asal Desa Celombo, Kecamatan Lopak, Kabupaten Semarang, serta Sucipto warga Desa Rempoh, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Keduanya dilaporkan hilang pada Selasa (12/12) lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

Sucipto pada Rabu (13/12) pagi dikabarkan sudah ditemukan. Karena yang bersangkutan sempat berkomunikasi melalui handphone dengan pihak keluarganya. "Sucipto diketahui di bawah gunung di bagian barat daya. Survivor (Sucipto) memberitahu lewat SMS," kata Brotoseno.

Sementara Zada diketahui melakukan perjalanan pendakian dengan belasan temannya. Namun karena ia memiliki riwayat cedera pada jempol kaki, Zada meminta kepada rekan-rekannya untuk turun terlebih dahulu dan menunggu di Pasar Bubrah (batas pendakian). Namun ketika ditunggu di Pasar Bubrah kawasan puncak tersebut, Zada belum juga diketahui. Para rekannya pun melaporkan ke pihak SAR.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up