alexametrics

Berbagi Bubur Tiap Jumat, Semua Gratis dan Bisa Dibawa Pulang

15 November 2019, 11:19:59 WIB

JawaPos.com – Suasana Jumat jumat pagi pekan lalu di perempatan Jalan Ahmad Yani, Kuripan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, atau tepatnya di samping TK Bhayangkari, selalu dipadati warga dari berbagai kalangan. Dari kerumunan warga, ada spanduk yang terbentang lebar bertuliskan “Setiap hari Jumat bubur ayam gratis untuk umum”. Tidak tanggung-tanggung, bubur ayam gratis ini bisa dimakan di tempat dan dibawa pulang ke rumah.

Selain bubur ayam yang lengkap dengan kerupuk, potongan ayam dan telur, warung gratis ini juga menyediakan minuman yang tidak biasa. Terdapat empat jenis minuman yang bisa diambil bebas. Seperti kopi dan teh panas. Serta minuman dingin air putih dan sirup.

Selain makanan yang nikmat dan minuman yang lengkap, ada satu hal yang menarik. Bubur gratis ini langsung dihidangkan sang pemilik. Uniknya pemilik bubur gratis ini, bukan orang biasa. Namanya Iptu Hadrian Noor. Seorang anggota Polres Batola yang bertugas sebagai Kapolsek Kuripan.

Walau sudah dibantu istri dan anaknya, Hadrian Noor tetap membantu menyajikan bubur dengan pakaian lengkap seorang kapolsek. Tak ketinggalan senjata api menghiasi pinggangnya.

Dia tampak tidak risih dengan jabatannya. Hadrian Noor juga tidak segan menghidangkan bubur untuk anak buahnya dan anggota Polres Batola. Bahkan tidak jarang, terlihat beberapa Polwan ikut membantu menghidangkan bubur gratis ini.

Saat ditemui Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Iptu Hadrian Noor dengan senyum langsung menyambut dan menyediakan semangkok bubur. Ia mempersilakan mengambil air minum sesuai keinginan. Mau tambah atau dibungkus, tetap dilayani. “Bubur gratis ini sudah jalan selama 12 pekan atau tiga bulan yang lalu,” ungkap Hadrian Noor.

Dia mengungkapkan, untuk membuat 280 porsi bubur, dia dibantu istrinya, Wahidah. Dia mengaku harus lembur sampai jam 3 pagi. Semua itu dilakukannya ikhlas untuk berbagi kepada sesama. “Niat kita tulus untuk berbagi. Walaupun harus lembur mengaduk bubur sampai dini hari,” ujarnya.

Hadrian bercerita, dia tidak bisa menyajikan bubur gratis setiap pekannya. Hal ini dikarenakan tugas kerjanya sebagai Kapolsek Kuripan yang letaknya sangat jauh dari Marabahan, ibukota Kabupaten Batola. Serta hanya bisa ditempuh dengan perjalanan sungai. Dia hanya bisa membantu menyajikan bubur apabila ada acara di Polres Batola.

“Alhamdulillah beberapa Jumat ini, selalu ada acara di Marabahan. Sehingga bisa secara langsung ikut menyajikan bubur,” katanya.

Apabila dirinya tidak berada di Marabahan, maka istri dan anaknya yang menggantikan. Dibantu anggota polisi lain dan keluarga. “Alhamdulillah Kapolres Batola mendukung penuh kegiatan ini,” ungkapnya. Bahkan, Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno, sekarang menjadi donatur tetap aksi amal ini.

Selain itu, aksinya itu kini juga menggugah warga. Tak jarang, ada saja yang datang menyumbang beras, kecap, dan bahan lainnya. “Alhamdulilah, ada warga yang iktu peduli juga untuk berbagi,” ucapnya.

Kenapa menyediakan bubur gratis? Hadrian mengaku selain niat karena Allah, juga mendekatkan diri kepada masyarakat. Serta terinspirasi dari konten di YouTube, seorang penjual bubur yang menyediakan 100 porsi bubur gratis setiap Jumat. Padahal dalam setiap hari, hanya menjual 70 porsi.
“Dengan meniru hal tersebut, kami merasakan arti sedekah. Sedekah tidak akan membuatmu rugi ataupun bangkrut. Sedekah itu memupuk keikhlasan,” ucapnya.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads