JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ini Bukti Kuat HS Sebagai Pembantai Satu Keluarga di Bekasi

15 November 2018, 16:46:25 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Ini Bukti Kuat HS Sebagai Pembantai Satu Keluarga di Bekasi
Satu keluarga tewas dalam pembunuhan akan dimakamkan dalam satu liang lahat (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kasus pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Kota Bekasi, semakin terang. Pasalnya, polisi sudah meringkus seorang terduga pelaku berinisial HS di sebuah saung di kaki Gunung Guntur, Kawasan Garut.

Berbagai keterangan saksi dan barang bukti yang menguatkan bahwa HS terlibat pembunuhan keluarga Gaban Nainggolan pun sudah berhasil dikumpulkan. Termasuk, kunci mobil Nissan X-Trail milik korban yang berhasil disita polisi dari dalam tas pelaku saat hendak kabur ke Gunung Guntur.

Jejak pelarian pelaku terendus saat polisi mengetahui mobil milik korban berada di sebuah rumah kos di Kampung Rawalintah, Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi.

Ini Bukti Kuat HS Sebagai Pembantai Satu Keluarga di Bekasi
Lokasi pembunuhan satu keluarga di Bekasi (Gobang Mahardika/ JawaPos.com)

Dari situ, polisi mudah melacak keberadaan HS yang kabur menuju Garut, Rabu (15/11) malam. Polisi pun menemukan barang bukti berupa celana hitam dengan banyak bercak darah yang tersimpan di kamar kontrakan HS.

Keterlibatan HS melakukan pembunuhan kepada keluarga Gaban Nainggolan pun semakin menguat. Saat penggeledahan mobil milik korban yang dibawa oleh HS di rumah kontrakannya, terdapat barang bukti berupa dua HP milik korban.

Dua HP tersebut terdapat bercak darah yang dibawa pelaku usai menghabisi empat nyawa sekaligus di dalam rumah.

"HP milik korban yang terdapat bercak darah itu diamankan, diambil sampelnya untuk diuji oleh tim labfor untuk penyidikan. Selain HP, ada bercak darah juga di pedal mobil dan seat belt. Bercak darah kita ambil untuk dicocokkan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Kamis (15/11).

Menurut dia, pengungkapan kasus pembunuhan satu keluarga yang menewaskan empat orang di Bekasi itu dilakukan dengan metode scientific crime. Artinya, polisi masih melengkapi bukti-bukti kuat seperti bercak darah yang ditemukan tim labfor saat olah TKP.

"HS sudah diamankan oleh tim gabungan kepolisian. Kita tunggu hasil pengungkapan kasus melalui scientific crime. Apakah darah yang ditemukan identik atau tidak," kata Argo.

(ce1/wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up