JawaPos Radar

“Ampun Pak Ampun, Saya Minta Maaf"

15/11/2017, 07:22 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Maling Asrama TNI
Ilustrasi (Prokal.co/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ulah Rendy benar-benar berani. Pria 23 tahun ini tak ciut nyali meski harus beraksi di asrama TNI. Jumat (10/11) dini hari itu, Rendy merapatkan badannya di tembok. Mengendap-endap dia menuju salah satu rumah di asrama korps baju loreng itu.

Apes bin sial, rupanya, sepandai-pandainya Rendy mengendap, lebih lihai lagi mata prajurit TNI meneropong. Ya, Rendy sudah diintai oleh salah satu prajurit.

“Ngapainnn kamuu..!!” teriak anggota TNI itu dengan garang. Rendy kaget. Tapi, insting malingnya bertindak. Ilmunya pun keluar. Ya, ilmu langkah seribu jadi pamungkas. Apes, baru saja hendak lari, dia sudah dikepung lima orang berbadan kekar. Malang tak dapat ditolak, untung pun tak mendekat. Pria ceking ini pasrah. Bakk..bukk..bakkk..bukkk..pletakkk..!! Pukulan demi pukulan mendarat sempurna di wajah dan badannya. “Ampunnn pakk..ampunnn…, saya minta maaf,” rintih Rendy dengan wajah aneh tak berbentuk.

Setelah diinterogasi warga, terungkap bahwa Rendy memang biasa beroperasi di asrama TNI. Saat diperiksa di sakunya, terdapat ponsel pintar milik Jumiati yang tak lain pegawai warung makan yang berada di lingkungan asrama TNI tersebut. Rendy tak bisa mengelak. Jujur jadi satu-satunya jalan. “Iya, saya pernah di situ (beraksi di tempat Jumiati bekerja)” katanya.

Informasi yang dihimpun Kaltim Post (Jawa Pos Group), saat ponsel Jumiati hilang, uang Rp 3 juta dan dua unit ponsel lainnya juga raib. Di asrama TNI tersebut, rupanya sudah beberapa kali kehilangan barang berharga.

Setelah “dipermak” sedikit, warga menghubungi Polsekta Samarinda Ilir untuk menjemput dan memeriksa pelaku. Lantas, kenapa Rendy nekat beroperasi di asrama tentara? Rendy mengaku penasaran dengan isi rumah yang sehari sebelumnya sudah dia pantau. “Sudah dipantau memang,” katanya.

Polisi pun bakal mengembangkan kasus ini. “Tunggu hasil pemeriksaan selesai,” kata Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Chandra Hermawan. Perwira berpangkat melati satu itu menuturkan, polisi bakal mengusut tuntas terkait lokasi Rendy beraksi. Diduga, Rendy tak hanya beraksi di kompleks TNI.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up