alexametrics

PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala

15 Oktober 2018, 10:58:17 WIB

JawaPos.com – Penanganan korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) berlanjut. Kini, Palang Merah Indonesia (PMI) membangun klinik lapangan untuk memberikan layanan kesehatan dasar kepada para pengungsi.

Salah satu klinik lapangan PMI berdiri di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Daerah tersebut merupakan wilayah terdampak cukup parah dan merupakan daerah episenter gempa.

Selain banyak warga yang menjadi korban, di lokasi itu juga dilaporkan sejumlah fasilitas kesehatan rusak dan tidak berfungsi lagi. Di antaranya Puskesmas Tompe yang terkena dampak dan mengalami kerusakan cukup parah.

Klinik Lapangan
Petugas klinik lapangan PMI mulai melakukan penanganan medis di Desa Tompe, Donggala, Sulteng. (Istimewa)

“Pendirian klinik lapangan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar darurat. Khususnya kepada para pengungsi yang terdampak parah di wilayah Tompe, Sirenja. Terlebih untuk memfungsikan kembali pelayanan puskesmas di lokasi ini,” kata Koordinator Pelayanan Klinik Kesehatan Darurat di Palu Iwan Ridwanudin melalui keterangan resminya, Senin (15/10).

Menurut Iwan, klinik lapangan akan berfungsi sebagaimana puskesmas. Pelayanan buka selama 24 jam. Fasilitasnya antara lain instalasi gawat darurat, rawat jalan dan pelayanan rawat inap.

“Selain itu juga ada pelayanan buat kontrol kehamilan, poli melahirkan normal, kontrol tumbuh kembang, menyusui, kesehatan masyarakat dan imunisasi. Sebagaimana halnya di puskesmas pada umumnya,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Kasubdiv Kesehatan Darurat PMI Pusat Istianasari. Menurutnya, klinik lapangan untuk kembali mengaktifkan layanan puskesmas yang terkena dampak bencana. Dalam pelaksanaanya, pihaknya menerjunkan sejumlah tenaga medis.

Mereka terdiri atas dokter umum dan spesialis. Kemudian dibantu dengan tenaga perawat dan bidan. Sekaligus apoteker yang akan membantu dalam proses layanan kesehatan. “Kami menyiapkan tim psikososial yang akan memberikan pendampingan dukungan psikososial dalam pelayanan,” tambahnya.

PMI sekaligus sudah mengantisipasi potensi penyakit usai bencana dan mulai datangnya musim penghujan. “Kami berharap ke depannya pelayanan di sini akan terintegrasi antara pelayanan kesehatan serta tindakan preventif lainya, melalui promosi kesehatan kepada para pengungsi,” ungkap Istianasari.

Sebelumnya, PMI telah melakukan pelayanan klinik keliling (Mobile Clinic) untuk menjangkau beberapa wilayah terisolir akibat gempa bumi dan tsunami. Pelayanan tersebut sebagai upaya memaksimalkan pelayanan dalam rangka operasi tanggap darurat bencana.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala