JawaPos Radar

Asyik! Festival Jatiluwih 2018 Resmi Dibuka

15/09/2018, 04:34 WIB | Editor: Imam Solehudin
Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Ni Putu Eka memberikan sambutan pada saat menghadiri Festival Jatiluwih D’Uma Jatiluwih Art & Culture Hill, Desa Jatiluwih, Kecamatan Panebel, Kabupaten Tabaan Bali. Jum’at (14/9). (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Festival Jatiluwih yang digelar pada 14-15 September 2018 resmi dibuka, Jumat (14/9). Pembukaaan dihadiri langsung para stakeholder Pemerintah Daerah dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (RI) di D’Uma Jatiluwih Art & Culture Hill, Desa Jatiluwih, Kecamatan Panebel, Kabupaten Tabaan Bali.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berharap dengan adanya festival tersebut, kunjungan wisatawan ke Jatiluwih dapat meningkat. Yang mana target kunjungan wisatawan lokal, nasional hingga interasional diharapkan mengalami penambahan hingga 30% dari realiasasi gelaran tahun sebelumnya.

Pada 2017, Jatiluwih Festival didatangi sekitar 1.000 pengunjung. Pada 2018, diharapkan jumlah ini semakin meningkat lagi.

“Jatiluwih yang sudah di tetapkan oleh UNESCO sebagai world heritage ini merupakan kebanggaan warga Tabanan. Festival ini merupakan bentuk pelestarian alam dengan nuansa seni dan budaya yang diharapkan mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Jatiluwih," jelas Eka.

Selama tahun 2017, jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa Jatiluwih rata-rata mencapai sekitar 250 ribu, 80 persen di antaranya merupakan wisatawan asing kebanyakan dari Eropa.
Wisdom sendiri baru banyak mengunjungi Jatiluwih pada akhir minggu yakni dengan kisaran 40-50% dari total wisatawan. Dan rata-rata kunjungan pada Agustus 2018 mencapai sekitar 1.600-1.800 orang per hari.

Bupati Eka juga mengatakan bahwa festival tersebut sudah menjadi agenda rutin tahunan. Pada tahun 2018 ini mengusung konsep 'Tri Hita Karana yang merupakan sebuah harmonisasi antara manusia, tuhan dan juga alam.

“Di Sepanjang jalan menuju tempat acara kita melihat hamparan sawah yang luar biasa, udaranya juga sangat segar. Inilah surga kami Dan destinasi ini adalah harta karun kami masyarakat Tabanan," pungkas Eka.

Pada pembukaan tersebut, turut dihadiri pula oleh Kementerian Pariwisata RI yang diwakili oleh Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata I Gede Pitana, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yuniartha Putra, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, dan pejabat muspida Tabanan.

Sementara Itu, Manager Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa mengungkapkan acara yang berlangsung selama dua hari tersebut lebih mengusung konsep kreativitas dan budaya.

“Memang Jatiliuwih Festival selayaknya pagelaran pada umumnya. Ada stand UMKM hingga pentas seni dan musik. Setidaknya, ada sekitar 10 UMKM memamerkan potensi lokal unggulan, yakni beras merah dan kerajinan bambu. UMKM tersebut mulai dari ragam kuliner jajanan Bali dari beras merah, teh dari beras merah, hingga ragam kerajinan anyaman bambu,” ungkap Tirta.

Pengunjung festival akan diajak melakukan trekking di sekitar sawah sejauh 3 km sebelum memasuki lokasi pagelaran. Panitia juga menyipkan paket camping, sehingga wisatawan bisa merasakan bermalam di area pesawahan yang sejuk.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up