alexametrics

Ada 670 Kasus Campak di Kalteng, 3 Positif Rubella

15 September 2018, 11:06:07 WIB

JawaPos.com – Jumlah kasus campak di Kalteng terus bertambah. Selama 2018, tercatat kasus campak di Kalteng mencapai 670. Tiga di antaranya positif rubella. Tiga kasus rubella ditemukan di Kapuas, Palangka Raya, dan Gunung Mas.

“Tahun 2018 ini, ada 670 jiwa yang terkena campak. Tiga kasus rubella,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Yayu Indriaty kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Rabu (12/9).

Hingga saat ini, daerah yang ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) hanya Kapuas. Karena dalam seminggu terakhir, di beberapa puskesmas ditemukan kasus campak secara bersamaan. Sebab untuk penetapan status KLB kasus campak, harus mencapai lima kasus klinis.

“Walau kasus campak jumlahnya banyak, tidak ditetapkan KLB karena terjadi tidak bersamaan. Sedangkan di Kapuas terjadi bersamaan. Standarnya, campak itu harus ada klinis lima di tempat yang sama. Orang itu juga sudah saling kontak dengan sesama yang terkena campak. Itu baru bisa ditetapkan KLB,” beber Yayu.

Dia menjelaskan, untuk kasus di Kapuas, sudah jelas dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan. 17 orang terkena campak. Meliputi tujuh orang di Pukesmas Melati, dua orang di Pukesmas Anjir, dan delapan di Pukesmas Sei Tatas. Menurut Yayu, belum ada indikasi pasti mengapa ada kasus campak di Kapuas. Dia menduga ada kemungkinan sebarannya dari Kalsel.

“Bisa jadi sebaran dari Kalsel. Sebab tidak bisa membatasi mobilisasi masyarakat,” sebutnya.

Upaya penanggulangan kasus campak di Kapuas sudah dilakukan. Prosedur tetap (Protap) status KLB sudah dilaksanakan. Seperti, terapi pada pasien yang menderita agar tidak mengarah pada hal yang lebih parah. Contohnya, gangguan paru, gangguan otak, dan sebagainya. Kemudian, peningkatan penyelidikan epidimiologis dan dilakukan imunisasi di daerah tersebut hingga 1-2 kecamatan. Harus dilakukan imunisasi masal di daerah terdampak campak. Juga disertai edukasi kepada masyarakat.

“Dari Dinkes, protap untuk KLB sudah jalan. Kasus ini diketahui setelah mereka datang ke puskesmas dalam keadaan demam, nyeri, mata memerah. Itulah tanda-tanda terkena campak. Apakah campak ini mengarah kepada rubella, akan diselidiki lebih lanjut,” katanya.

Ada 670 Kasus Campak di Kalteng, 3 Positif Rubella

Sementara itu, progres imunisasi campak dan rubella (MR) di Kapuas, sejak awal Agustus hingga 12 September 2018 pukul 17.00 WIB, masih mencapai 45,57 persen. Terbawah kelima dari kabupaten lain, seperti Seruyan yang hanya 39,42 persen. Sementara, untuk kabupaten terdekat, Pulang Pisau mencapai 48,8 persen. Palangka Raya mencapai 41,98 persen. Sementara untuk Kalteng secara keseluruhan, sudah mencapai 53,67 persen.

“Target se-Kalteng itu mencapai 95 persen dari 693.363 anak. Usaha untuk mencapai itu terus kami lakukan,” tukas Yayu.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Endang Sri Lestari menambahkan, kasus positif virus rubella memang terjadi pada tahun 2018. Virus ini memang wajib dicegah dan diberantas. Penularannya sangat mudah. Hanya melalui udara.

“Yang diwaspadai ini adalah anak-anak yang belum mendapat vaksin MR. Padahal itu membantu mencegah terjadinya korban seperti ini,” katanya.

Terpisah, Pj Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, masalah kasus campak dan rubella menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Pihaknya akan menyurati 13 kabupaten dan 1 kota se-Kalteng agar waspada dan mulai meningkatkan imunisasi MR.

“Saya memerintahkan kepada seluruh daerah se-Kalteng untuk antisipasi. Saya juga sudah perintahkan kepada Dinkes untuk melakukan monitoring agar penyebarannya bisa dideteksi. Diupayakan agar KBL tidak terjadi di kabupaten lain,” jelasnya.

Pemprov mengimbau kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan orang tua supaya mendorong anak-anak untuk mendapatkan vaksin. Sebab perlu dukungan semua pihak agar masalah campak ini tidak menyebar ke daerah lain.

“Ini masih bulan vaksin untuk imunisasi MR. Manfaatkan ini dengan baik. Namun, perlu ada dorongan bersama dari orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk sama-sama meningkatkan. Karena ini sudah menyerang Kapuas. Maka segera lakukan vaksin agar anak-anak tidak terserang,” imbuhnya.

Ada 670 Kasus Campak di Kalteng, 3 Positif Rubella

Dia mengungkapkan, memang masih ada sebagaian orang tua yang ragu mengenai halal-haramnya vaksin MR. Akan tetapi, sudah ada penjelasan dari MUI pusat bahwa imunisasi bisa dilakukan dalam keadaan darurat. Sudah ada satu daerah yang ditetapkan KLB. Hal tersebut bisa menjadi landasan bahwa vaksin diperbolehkan.

“MUI sudah membuat edaran bahwa keadaan darurat bisa digunakan. Saat ini sudah pada posisi KLB. Sehingga bisa digunakan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng itu.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Apendi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Tri Utami mengatakan, dalam sepekan terakhir kasus yang dilaporkan totalnya 17 orang. Meliputi dua balita, satu orang dewasa, dan sisanya adalah anak- anak usia sekolah.

“Sampel darahnya sudah kita ambil. Beberapa hari lalu sudah dikirim. Dan temuan baru ada. Sekitar tiga atau empat orang. Tapi masih kami tindak lanjuti hari ini,” katanya, Rabu (12/9).

Tri menjelaskan, setelah diambil sampel darah, selanjutnya akan dikirim ke Jakarta untuk dilakukan uji laboratorium dan pemeriksaan lebih lanjut. Terkait penyelidikannya akan tetap diteruskan karena tidak menutup kemungkinan penyebaran virus ini berkembang.

Dinas Kesehatan pun sudah melakukan upaya maksimal dan optimal untuk terus menindaklanjuti laporan sekecil apa pun di masing-masing puskesmas yang ada, baik yang melakukan pendataan maupun pelaporan. 

“Karena pada awalnya kita juga menerima laporan dari pukesmas. 17 penderita sudah diobati agar tidak menular,” ungkapnya.

Sementara itu, AP, 25, warga Jalan Tjilik Riwut, yang diduga juga terkena campak, didatangi oleh petugas Dinkes. Ibu satu anak itu mengatakan, dirinya sudah mengalami demam selama dua hari. “Sebelum tidur, sudah tahu gejala penyakitnya seperti apa. Panas muncul dari Senin kemarin. Sempat ke Banjarmasin. Batuk muncul pada hari keduanya,” ujarnya saat dibincangi oleh petugas Dinkes di rumahnya.

Dari pantauan Kalteng Pos, setelah dimintai keterangan oleh petugas, AP diberikan vitamin dan diambil darahnya untuk uji sampel.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : uni/ari/ndo/ce/ram

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Ada 670 Kasus Campak di Kalteng, 3 Positif Rubella