JawaPos Radar

Napi Rutan Kabur, Awalnya Izin untuk Bertemu Istri yang Pulang Haji

15/09/2017, 07:38 WIB | Editor: Ilham Safutra
Napi Rutan Kabur, Awalnya Izin untuk Bertemu Istri yang Pulang Haji
Ilustrasi napi di lapas (Pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Sistem pemasyarakatan di rumah tanahan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) Indonesia tidak kunjung baik. Kasus tahanan atau narapidana kabur dari tempat tahanan itu selalu saja terjadi.

Terbaru terjadi di Rutan kelas II B Lubuksikaping, Sumatera Barat (Sumbar). Salah seorang warga binaannya yang bernama Sudigdo, 44, kabur usai diberikan bertemu keluarganya. Izin yang diberikan pihak rutan selama tiga hari yang terhitung dari Jumat (9/9) hingga Minggu (10/9) tidak ditepati.

Buktinya hingga Kamis (14/9), napi kasus kasus pembalakan hutan konservasi cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis itu belum kembali ke Rutan tak kunjung kembali.

Dari data yang dirangkum Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Sudigdo sebelumnya ditahan di Lapas Klas II A Bengkalis. Kemudian dipindahkan ke LP Klas II A Muaro, Padang. Sekitar tiga bulan lalu, Sudigdo dipindahkan ke Rutan Kelas II B Lubuksikaping.

Lantas Sudigdo meminta izin untuk menemui istrinya yang baru pulang menunaikan ibadah haji tahun 2017. Sang istri tinggal di Dumai. Pihak rutan memberikan izin selama tiga hari yakni dari tanggal 9 sampai 11 September. Namun, hingga batas waktu izin habis, Sudigdo tak kembali.

Kepala Rutan Kelas II B Lubuksikaping Edi Kasman berkelit mennyebut Sudigdo kabur. Dia mengklaim napi itu mangkir sesuai izin yang telah diberikan pihak rutan kelas II B Lubuksikaping.

Dia menyebutkan, izin yang diberikan Sudigdo sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. ”Warga binaan itu telah kami beri izin selama tiga hari. Surat izinnya sudah kita tanda tangani serta diketahui Kepala Kantor Wilayah Lembaga Kemasyarakatan Sumbar, serta dengan izin dari Dirjen Lapas Kemenkumham,” bebernya.

Saat meminta izin, terpidana itu dijamin pihak keluarganya dan didampingi petugas dari rutan kelas II B Lubuk Sikaping. Terkait belum kembalinya Sudigdo ke rutan kelas II B Lubuksikaping, Edi menyebut, pihaknya sudah melakukan upaya pencarian ke Kota Dumai, Provinsi Riau, termasuk ke rumah Sudigdo di Bagan Besar, Kota Dumai.

”Akan tetapi, masih belum menemukan hasil. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Riau, sebab kasus Sudigdo itu berawal di Riau,” ungkapnya.

Sudigdo divonis tiga tahun enam bulan. Dan hukumannya sudah hampir selesai dijalaninya. ”Agar ini tidak menjadi persoalan, pihak rutan bersama pihak penjamin terus berusaha mencari Sudigdo ke sejumlah lokasi yang dicurigai hingga saat ini,” papar Edi.

(iil/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up