Sidak, Dinas Pertanian Kota Semarang Temukan Enam Kambing Tak Layak

15/08/2018, 17:25 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
SIDAK: Petugas Dinas Pertanian Kota Semarang memeriksa sejumlah kambing yang dijual sebagai hewan kurban di kawasan Jolotundo, Semarang, Rabu (15/8). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mengantisipasi adanya hewan kurban berpenyakit yang diperjualbelikan, jajaran Dinas Pertanian Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke penyedia sapi atau kambing kurban, Rabu (15/8). Sidak dilakukan pada salah satu lapak di kawasan Jolotundo, arah Selatan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Pada sidak yang diikuti petugas dari tim bidang peternakan Dinas Pertanian itu, baik kambing, sapi, maupun domba dicek satu per satu. Komplit, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Tak luput, bagian mulut para hewan kurban juga ikut diperiksa.

Alhasil, didapati enam ekor kambing yang belum layak dijadikan hewan kurban. Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, W.P. Rusdiana, gigi susu hewan-hewan tadi belum berganti atau belum poel. "Masih ada kambing yang belum layak karena belum poel. Mungkin bisa dijual untuk yang lain, kalau untuk kurban belum boleh," katanya usai sidak.

Untuk kambing yang layak dijadikan hewan kurban, jelas Rusdiana, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Seperti sehat secara fisik, dari bulu hingga kulit, kemudian umurnya di atas dua tahun.

"Selain itu tidak cacat. Akan tetapi yang paling penting harus mengantongi izin kesehatan dari tempat asal. Kan ini ada yang dari Wonogiri, Ponorogo, Pacitan. Kalau ada suratnya baru diizinkan dijual di Semarang," tambahnya.

Selama tahapan inspeksi atau pengecekan hewan kurban ini, Rusdiana mengklaim telah menerjunkan puluhan petugasnya di total 16 kecamatan. Pemeriksaan telah dilangsungkan sejak dua minggu lalu dan diintensifkan sepekan ini.

Lebih lanjut, ia pun menyebut pada sidak yang dilakukan pada lapak penyedia hewan kurban di Jolotundo untuk hewan kurban jenis sapi tak ada masalah. "Selama inspeksi tidak ditemukan sapi yang tidak layak," tegasnya.

Sementara, pedagang hewan kurban yang kambing dagangannya didapati belum layak jual, M. Zaenuri, 48, mengatakan bahwa dirinya tetap tak akan menyingkirkan kambingnya tadi dari etalase kepunyaannya. Ia beralasan bahwa kambing yang boleh dijadikan hewan kurban adalah yang cukup umur atau sesuai hadis.

Dengan alasan itu, dirinya pun bersikeras menilai seluruh kambingnya layak jual karena memang yang dimilikinya adalah hewan kurban cukup umur. "Saya tetap tawarkan ke pembeli. Kalau-kalau ada yang minta yang powel ya saya kasih sesuai permintaan. Pilihannya juga banyak," sebutnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi