JawaPos Radar

Sakit Jiwa, Narapidana Kasus Terorisme Bunuh Diri

15/08/2018, 08:11 WIB | Editor: Ilham Safutra
Sakit Jiwa, Narapidana Kasus Terorisme Bunuh Diri
Ilustrasi: Irsyan, napiter di Lapas Nusakambangan akhiri hidup dengan bunuh diri (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus hukum yang dijalani napiter Irsyan alias Jamri alias Ican, 25, di lembaga pemasyarakatan (lapas) berdampak pada beban psikologisnya yang membuat dirinya mengalami sakit jiwa. Sakit itu membuat Irsyan bunuh diri dengan menggigit pembuluh darah sendiri.

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombespol Agus Triatmaja menyatakan, kejadian tersebut berawal saat Irsyan menggigit tangan sendiri hingga mengenai pembuluh darah pada Sabtu (11/8). "Napiter Lapas Batu (Nusakambangan) itu kemudian dibawa ke RSUD Cilacap," ujarnya kemarin (14/8).

Dari observasi dokter di RSUD Cilacap, Irsyan diduga mengalami sakit jiwa. Sembari dirawat, napiter itu bakal dikirim ke rumah sakit jiwa (RSJ) di Magelang. "RSUD Cilacap tidak memiliki fasilitas perawatan untuk yang mengalami gangguan jiwa," ucap dia. Rencananya, Irsyan dikirim Senin lalu. Namun sayang, dia meninggal dunia sebelum dibawa ke RSJ.

Irsyan merupakan terduga teroris yang ditangkap di Tolitoli, Sulawesi Tengah, karena terhubung dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina. 

(idr/c9/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up