alexametrics

MUI dan FPI Gugat Tudingan Ribuan Terorisme Bermukim di Ranah Minang

15 Agustus 2018, 09:55:31 WIB

JawaPos.com – Pendapat pengamat terorisme yang menyebutkan wilayah Sumatera Barat (Sumbar) didiami sekitar 3.000 orang teroris dari berbagai kelompok membuat Ketua Majelis Ulama (MUI) Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar kembali naik pitam.

Selasa malam (14/8), di akun facebook pribadinya, Gusrizal meminta pernyataan tersebut untuk dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sebab, hal itu sudah berupa tuduhan. Dirinya berharap, ada putra Minang yang bergerak untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan itu.

“Kita sepakat menolak terorisme tapi menuduh suatu daerah dengan pernyataan seperti itu, jelas sekali bukannya membuat masyarakat faham dengan bahaya terorisme tapi malah menimbulkan kegelisahan dan terasa pelecehan,” tulis Buya Gusrizal.

MUI dan FPI Gugat Tudingan Ribuan Terorisme Bermukim di Ranah Minang
Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar (Riki Chandra/ JawaPos.com)

“Kalau memang ada ribuan di Sumbar, saya minta aparat berjelas-jelas dengan unsur pimpinan masyarakat di Sumbar. Kalau tidak, berarti statemen ini hanya membuat kekacauan dan tuduhan serius serta kontra produktif dengan usaha deradikalisasi yang selama ini dilakukan,” tegasnya.

Protes keras atas pernyataan pengamat terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar itu dilayangkan Iman Front Pembela Islam (FPI) Sumbar, Muhammad Busra Al Khalidy.

“Al Chaidar wajib buktikan kalau memang ada tempat latihan teroris di Bukittinggi,” terang Busra, Rabu (15/8).

FPI juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas analisis pengamat terorisme dengan transparan dan profesional sesuai dengan proses hukum yang berlaku. “Jika ternyata, omongan ini bohong, Al Chaidar harus dihukum karena telah membuat keresahan,” tegasnya.

Terkait hal itu, JawaPos.com juga telah mencoba mengkomfirmasikan hasil analisis terorisme ini pada Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi melalui pesan Whatshapp pribadinya sejak Selasa (14/8) malam. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi.

Sebelumnya, pasca penangkapan lima orang terduga teroris yang diduga kuat jaringan JAD di Sumbar, Senin (14/8) lalu, seorang pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar membeberkan hal yang cukup mengejutkan di Ranah Minang pada sejumlah media.

Dari analisisnya, Chaidar berpendapat, ada tiga kelompok terorisme yanf bermukim di Sumbar dengan jumlah anggota mencapai 3.000 orang. Menurut Al Chaidar, ribuan orang itu tergabung dalam ISIS, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan jaringan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). “Jumlah anggotanya di Sumbar sekitar 3 ribu orang. Sebenarnya ada satu kelompok lagi, tapi saya belum tahu nama kelompoknya,” terang Al Chaidar pada sejumlah media di Sumbar.

Menurut Al Chaidar, ribuan anggota kelompok radikal di Sumbar ini melakukan latihan sembunyi-sembunyi. Dua daerah yang terdeteksi jadi lokasi latihan menurutnya berada di Bukittinggi dan kawasan pulau Nias (luar Sumbar).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (rcc/JPC)

MUI dan FPI Gugat Tudingan Ribuan Terorisme Bermukim di Ranah Minang