JawaPos Radar

Bentrokan di PT MAI Rohul, Dua Warga Ditetapkan Tersangka

15/08/2018, 18:55 WIB | Editor: Budi Warsito
Bentrokan di PT MAI Rohul, Dua Warga Ditetapkan Tersangka
Ilustrasi bentrokan (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Polisi telah menetapkan dua warga Kabupaten Rokan Hulu, Riau, sebagai tersangka. Penetapan itu dilakukan, pascabentrok yang terjadi antara warga Rokan Hulu dengan pihak PT Maxima Agro Indonesia (MAI) di perbatasan Riau-Sumut.

Dalam insiden yang terjadi pada Selasa (14/8) petang itu, setidaknya tiga karyawan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit menjadi korban. Satu diantaranya telah meninggal dunia. Korban merupakan petugas keamanan, sedangkan dua lainnya luka-luka.

"Dari pemeriksaan saksi-saksi, sudah ditetapkan dua tersangka. Mereka dari warga kita," kata Kapolres Rokan Hulu, AKBP Muhammad Hasyim Risahondua, pada Rabu (15/8).

Bentrok antar warga dengan perusahaan yang terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumut dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rohul, Riau ini, ternyata bukanlah yang pertama kalinya.

Masyarakat Rokan Hulu mengklaim, perusahaan tersebut mencaplok lahan mereka. Sedangkan perusaahan mengganggap bahwa, itu merupakan milik mereka. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sebenarnya tengah melakukan upaya untuk mengatasi konflik lahan perusahaan dan warga.

Namun, warga menilai upaya mediasi yang dilakukan pemerintah terlalu lamban. Sehingga mereka melakukan aksi demo yang berujung pada bentrokan. Selain itu, lahan yang tengah diperdebatkan tersebut saat ini ditetapkan dalam Status Qou dan ditangani oleh Kementerian Dalam Negeri.

Lebih lanjut Hasyim menjelaskan, penanganan kasus kedua warga Rohul itu telah ditangani oleh Polres Tapanuli Selatan. Sementara korban yang meninggal, sudah diserahkan ke pihak keluarganya di Sumatera Utara.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus disiagakan di lokasi. Mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan. "Kita sifatnya back up (membantu) pengamanan. Karena sebagian besar warga yang terlibat bentrokan warga kita. Sementara TKP (tempat kejadian perkara) diduga berada dalam wilayah hukum Polda Sumut," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up