JawaPos Radar | Iklan Jitu

Trauma, Sulis Diungsikan Menjauh dari Lokasi Penyergapan Teroris

15 Juli 2018, 13:25:16 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penangkapan Terduga Teroris di Jogja
PELURU: Peluru aktif yang tercecer di lokasi kejadian pada Sabtu (14/7) malam (Ridho/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sulis Khusnul Qotimah, 35, kaget bukan main. Pasalnya dua orang pria tak dikenal tiba-tiba menyergapnya dengan celurit pada Sabtu (14/7) malam.

Kedua pria yang terakhir diketahui sebagai terduga teroris tersebut nyelonong masuk ke garasi rumah Sulis yang terletak di RT 1/44 Sardonoharjo, Ngaglik Sleman, Jogja dengan menggunakan truk yang dibajaknya.

Sewaktu kejadian, Sulis bersama suaminya tengah berada di halaman rumahnya yang berada di Jalan Kaliurang, Km 9,5, Sleman Jogjakarta. Awalnya, mereka mengira truk yang nyelonong ke garasi tersebut merupakan kecelakaan biasa.

Namun tak disangka, ketika ada beberapa orang keluar dari dalam truk tersebut justru membuat dirinya justru panik. Pasalnya sopir dan kernet truk tersebut langsung menyandera Sulis dengan sebilah celurit di lehernya.

"Kakak (ipar) saya memberontak. Tapi saat disandera ditanyai di mana rekannya yang memakai sepeda motor," ucap Gito Sambodo, adik ipar Sulis saat ditemui, Sabtu (14/7) malam.

Sewaktu menyandera kakak iparnya tersebut, terduga teroris masih memakai helm. Setelah memberontak, Sulis pun berhasil melarikan diri, namun sempat terjatuh ketika lari. "Saat disandera, tidak dilukai. Luka memang lecet karena jatuh, tapi rasa trauma itu pasti ada," katanya.

Tidak lama usai drama penyanderaan, imbuhnya, petugas kepolisian pun datang. Ddiuga lantaran merasa terancam terduga teroris yang sempat menyandera Sulis langsung masuk ke dalam rumah, sebelum akhirnya keluar kemudian ditembak mati.

"Mereka sempat masuk ke dalam rumah, akhirnya dikepung kemudian ditembak di luar rumah. Mati kelihatannya," katanya lagi.

Akibat peristiwa tersebut, Sulis pun dibawa pihak keluarga menjauh. Hal itu guna menghilangkan rasa traumanya. "Ada di rumah tempat keluarga, jauh dari sini," paparnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIJ, AKBP Yulianto memastikan baku tembak di Jalan Kaliurang pada Sabtu (14/7) malam kemarin merupakan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris. Mereka merupakan pengembangan dari kasus terorisme di Jogjakarta.

"Total ada 8 terduga teroris, Kemarin yang ditangkap kan 5. Nah sekarang 3 tambahannya," kata dia.

Dari data yang berhasil dihimpun, ketiga terduga teroris itu diketahui bernama Sutrisno, Abdul Safei dan Ghaniy Ridianto.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up