JawaPos Radar

Kembali ke Fitrah

Nostalgia Numpang Makan Ketupat di Rumah Pimpinan

15/06/2018, 06:30 WIB | Editor: Budi Warsito
Nostalgia Numpang Makan Ketupat di Rumah Pimpinan
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com — Hari Raya Idul Fitri 1439 H disambut dengan penuh suka cita oleh semua orang. Begitu juga dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan. Baginya, momen yang datang setahun sekali tersebut memang pantas untuk dirayakan.

Berbicara soal makna, kepada JawaPos.com Rudi mengantakan, berlebaran adalah sebuah hal yang telah dinanti-nantikan setelah Ramadan. ”Bagi saya, hari lebaran itu adalah hari berhentinya puasa yang berarti masuk kepada kemenangan. Saya sangat senang karena sudah melalui puasa dan tarawih selama satu bulan, di mana ibadah itu tidak dilakukan di bulan-bulan yang lain,” kata Rudi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/6).

Saat berlebaran, tentunya ada tradisi-tradisi yang menjadi kebiasaan. Ditanya soal tradisi, pikiran Rudi bernostalgia ke masa-masa saat dirinya bertugas pertama kali di Kota Pahlawan. Sebagai seorang Polisi, bukan kali ini saja Rudi berdinas di Surabaya.

Nostalgia Numpang Makan Ketupat di Rumah Pimpinan
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan (Dida Tenola/JawaPos.com)

Tahun 1994, setahun setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol), Rudi ditempatkan di Surabaya. Kala itu, dia tinggal di kawasan Semut Kali. Ayah tiga orang anak itu tak sungkan menceritakan masa-masa saat hidupnya penuh ”nestapa”.

"Lebaran sendirian, jauh dari orang tua. Kepingin makan ketupat ya numpang di rumahnya Kapolres Surabaya Utara waktu itu,” ceritanya lantas tersenyum.

Makan ketupat memang menjadi salah satu tradisi yang melekat dengan Hari Raya Idul Fitri bagi umat muslim di Indonesia. Tradisi itu, kemungkinan besar juga akan dilakukan Rudi pada lebaran tahun ini. Bedanya, dia tidak akan menumpang di rumah pimpinan lagi untuk untuk menikmati santapan ketupat. "Sekarang mungkin karena sudah senior ya, jadi nggak nyari-nyari ketupat lagi. Anak-anak (anggota polisi se-Surabaya, red) yang akan datang ke tempat saya,” imbuh alumnus Akpol tahun 1993 tersebut.

Selain makan ketupat, Rudi juga punya tradisi sungkeman. Untuk yang satu ini, keluarga besar Rudi sudah punya kebiasaan. "Tradisi sungkeman saya biasanya bergiliran dengan istri. Kalau tahun ini sungkeman di rumah mertua, tahun depannya gentian di rumah orang tua saya,” jelasnya.

Kampung halaman keluarga besar Rudi sendiri berada di Lampung. Namun, orang tuanya tinggal di Jakarta. Istrinya juga berasal dari ibu kota. Seperti lazimnya Polisi, Rudi tentu tidak bisa mudik saat hari H lebaran. Dia harus bertugas mengamankan Surabaya yang banyak ditinggal mudik warganya.

Lantaran bertugas saat hari H Lebaran, intensitas untuk bertemu dengan keluarga tentu berkurang. Namun hal itu tidak menjadi masalah besar. ”Karena jadi Polisi sudah 25 tahun, keluarga tidak banyak nuntut. Sudah paham. Paling anak saya yang paling kecil yang agak protes, tapi sekali diberi pemahaman bahwa papanya ada tugas, dia sudah mengerti,” ucap anak kedua dari empat bersaudara itu.

Tepat di hari Idul Fitri nanti, Rudi sendiri melaksanakan Salat Ied di Masjid Mapolrestabes Surabaya. Ia akan mengajak serta masyarakat sekitar untuk salat bersama. ”Saya harus menghidupkan masjid di sini. Saya ajak masyarakat juga untuk salat Ied di sini, monggo datang saja sekalian bersilaturahmi,” tutur Rudi.

Sebagai orang nomor satu di Kepolisian di Surabaya, tak lupa Rudi mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat mudik meninggalkan rumah. Perwira Polisi dengan tiga melati di pundak itu memaparkan, ada dua kerawanan rumah kosong. Yaitu kebakaran dan pencurian.

Guna mengantisipasi kebakaran, Rudi mengimbau agar warga memperhatikan instalasi listrik sebelum meninggalkan rumah yang ditinggal mudik. Sedangkan untuk pencurian, Polrestabes Surabaya juga punya langkah antisipasi dengan menerjunkan Tim Respati yang siap mengamankan kota selama perayaan lebaran. ”Teliti sebelum meninggalkan rumah, kunci semua pintu dan jendela. Kalau ada kendaraan yang ditinggal, pasang gembok. Kami akan siaga untuk menangkal tindak kejahatan pembobolan rumah,” sebutnya.

(did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up