JawaPos Radar

Kembali ke Fitrah

Lebaran, AKBP Suparti Selalu Kedatangan Pasukan Pemburu Angpao

15/06/2018, 10:00 WIB | Editor: Budi Warsito
Lebaran, AKBP Suparti Selalu Kedatangan Pasukan Pemburu Angpao
Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Selalu ada tradisi saat berlebaran. Momen yang datang setahun sekali itu, kerap dinanti-nantikan. Tak terkecuali bagi Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya AKBP Suparti.

Kesempatan berelebaran, adalah masa di mana Suparti menghabiskan waktu bersama keluarga. Maklum saja, sebagai seorang abdi negara, waktunya banyak tersita di kantor maupun dipenuhi tugas lapangan. Begitu lantunan takbir menggema, Suparti selalu sungkem dengan ibunya. "Ya karena doanya orang tua itu manjur. Anak-anak juga saya biasakan sungkem ke neneknya, terus ke saya," terang Suparti kepada JawaPos.com, Senin (11/6).

Setelah sungkeman, Suparti punya kebiasaan memasak bersama ketiga anaknya maupun menantunya. Tak melulu masak ketupat. Kalau terlalu ribet, biasanya keluarga Suparti memasak nasi kuning atau opor. Santapan istimewa itu, makin menambah kehangatan keluarga Suparti saat berlebaran.

Lebaran, AKBP Suparti Selalu Kedatangan Pasukan Pemburu Angpao
Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti (Dida Tenola/JawaPos.com)

Tuntas dengan semua aktifitas itu, Suparti biasanya sudah siap menyambut tamu. Para tamu spesial yang datang. Padahal Suparti banyak yang tidak kenal dengan tamu-tamu tersebut. Tapi, dirinya tetap memberikan respon yang baik. Tamu spesial yang dimaksud adalah anak-anak sekitar rumahnya. Saat lebaran, mereka menjelma menjadi pasukan pemburu angpao.

Suparti menceritakan, anak-anak itu biasanya datang bergerombol. Perwira Polisi dengan dua melati di pundak itu, tidak pernah merasa terbebani dengan kedatangan anak-anak itu. Dia justru senang.

Tingkah lucu anak-anak itu pun selalu mengundang gelak tawa Suparti. "Disuruh makan kue geleng-geleng, emoh katanya. Tapi enggak pulang-pulang. Begitu dikasih uang, mereka langsung pamit," cerita Suparti.

Suparti merasa terhibur dengan kedatangan pasukan pemburu angpao tersebut. Apalagi jika mereka betah berlama-lama di rumah. "Kadang ibu saya itu bilang, awakmu uwis loh yo, ojok mbalik maneh (kamu sudah dapat loh ya, jangan kembali lagi). Saya sih cuma ketawa aja, biarin aja namanya juga anak-anak," tambahnya.

Di tempat tinggalnya di kawasan Simo Gunung, sosok Suparti sebagai Polisi cukup disegani oleh para tetangganya. Mulai dari yang tua, hingga anak-anak.

Namanya lebaran, tentu tak lengkap bila tidak mudik. Walaupun orang asli Surabaya, Suparti tetap punya kampung halaman di Tulungagung. Di sana merupakan daerah asal orang tuanya.

Bedanya, Suparti tak langsung mudik pada hari H. Dia mengambil cuti setelah seminggu lebaran. Di Tulungagung, Suparti bisa bertemu dengan kerabatnya yang lama tidak berjumpa. "Biasanya memang diarep-arep ke sana," ucap mantan Kassubaghumas Polrestabes Surabaya tersebut.

Nuansa lebaran di daerah memang berbeda dengan di kota. Suparti sangat senang bisa mengunjungi sanak saudadanya di Tulungagung. Selain itu, dia juga membiasakan anak-anaknya agar tahu suasana desa yang tidak sehingar bingar seperti di Kota Pahlawan.

Bagi Suparti, lebaran tahun ini tetap akan berjalan seperti sebelum-sebelumnya. Dia harus tetap siaga. "Sesuai instruksi pimpinan, tetap mengantisipasi hal-hal menonjol," tegas mantan Kapolsek Asemrowo itu.

Berlebaran bagi Suparti sekaligus untuk merefleksi diri. Karena menurutnya dunia ini sudah semakin tua. "Harus berpikir lebih dewasa dan lebih bekerja keras. Harus bisa mendidik anak-anak kita untuk melakukan hal-hal yang berguna, gongnya ada pada lebaran," tuturnya.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up