JawaPos Radar

Kembang Api dan Tradisi Ili Oguong Meriahkan Malam Takbiran di Kampar

15/06/2018, 02:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pesta Kembang Api
Berbagai daerah memiliki tradisi sendiri dalam menyambut perayaan hari raya Idulfitri 1439 Hijriyah. Seperti halnya warga Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau. Mereka mengekspresikan kegembiraannya dengan pesta kembang api dan ili oguong. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Berbagai daerah memiliki tradisi sendiri dalam menyambut perayaan hari raya Idulfitri 1439 Hijriyah. Seperti halnya warga Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau. Mereka mengekspresikan kegembiraannya dengan pesta kembang api dan ili oguong.

Malam ini, Kamis (14/6), langit diwarnai dengan bunga kembang api. Biasanya, kembang api akan dinyalakan usai salat Magrib. Saat pemuda masjid saling mengumandangkan takbir. Terdengar suara takbir saling sahut menyahut dari satu masjid ke masjid yang lain. 

Kembang api ini biasanya dinyalakan oleh anak-anak maupun mereka yang dewasa di lapangan dekat pemukiman mereka. Tapi untuk pusatnya sendiri berada di kawasan Jembatan Rantau Berangin. 

Pesta Kembang Api
Kembang api ini biasanya dinyalakan oleh anak-anak maupun mereka yang dewasa di lapangan dekat pemukiman mereka. Tapi untuk pusatnya sendiri berada di kawasan Jembatan Rantau Berangin. (Istimewa)

Kebetulan pula, jembatan Rantau Berangin ini adalah salah satu jalur yang dilewati oleh pemudik dari Pekanbaru ke Sumatera Barat (Sumbar) ataupun sebaliknya. Arus mudik pun menjadi tersendat. Sehingga, aparat kepolisian setempat bergerak membubarkan kerumunan warga disana. 

Meski telah dibubarkan petugas, namun tidak sedikit pun menyurutkan semangat mereka untuk kembali meletuskan kembang api. Mereka kemudian beralih lokasi ke tepian Sungai Kampar, tepatnya di Desa Pulau Terap, Kecamatan Kuok. Di sinilah perang kembang api terjadi. Mereka mengarahkan kembang api ke seberang sungai. 

Begitu juga sebaliknya, warga seberang mengarahkan kembang api ke seberang Pulau Terap. "Di seberang juga ada yang main. Mereka arahkan ke kita. Tapi letusannya tidak sampai ke sini," kata Robi, 26, salah seorang warga yang bermain kembang api.

Saat warga saling berperang kembang api, di tengah Sungai Kampar lewatlah sampan hias. Di atas sampan tersebut duduk 10 orang di dalam sambil bermain musik tradisional calempong dan oguong. Dengan pengeras suara, terdengar juga lantunan suara takbir. "Ini namanya ili oguong," sebut Robi.

Biasanya, sampan yang dihiasi dengan lampu warna-warni ini akan hilir mudik di sungai saat kondisi masih gelap gulita. Tujuannya untuk penerangan. Saat sampan ini melintas, semua kembang api, mercun terbang, mengarahnya. Namun agar orang yang berada di dalam sampan tak terluka maka sebelumnya sampan ini telah dilapisi dengan jaring dari seng. 

Meski terlindungi, bukan berarti orang yang ada di dalam sampan akan berdiam diri saja. Mereka malah membalas warga yang menyerang mereka dengan kembang api pula. Aktivitas ini akan berlangsung hingga subuh.

Salah seorang tokoh pemuda setempat bernama Saridal, 26, mengatakan, ili oguong ini sudah menjadi tradisi di Kuok, terutama di Pulau Terap. Ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Tujuannya, untuk perayaan Idulfitri. Dengan ili oguong mengumandangkan takbir yang berpadu musik tradisional. "Setiap malam takbiran di hari raya Idulfitri ada tradisi ini. Mungkin sudah ada sejak Indonesia merdeka," sebutnya.

Sementara pesta kembang api, imbuh Ridal, memang baru-baru ini diadakan. "Karena banyak warga yang antusias melihat ili oguong. Jadi untuk menambah kemeriahan diadakan perang kembang api. Mungkin sudah ada beberapa tahun yang lalu," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up