JawaPos Radar

Jelang Lebaran, ACT Obati Tangisan Korban Gempa Sumenep

15/06/2018, 02:05 WIB | Editor: Ilham Safutra
Jelang Lebaran, ACT Obati Tangisan Korban Gempa Sumenep
Relawan ACT bersama petugas lainnya ikut mengevakuasi puing-puing materil gempa di Sumenep (ACT for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Warga empat desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur merayakan Idul Fitri dengan duka. Menjelang hari kemenangan itu tiba, mereka dikejutkan dengan gempa bumi yang mengguncang pada Rabu (13/6) malam. Akibat kejadian itu rumah dan musala mereka roboh.

Tentunya hari kemenangan yang dinantikan dengan suka cita itu berubah dengan sekejap mata. Namun warga yang menjadi korban tidak sendiri. Di tengah kesedihannya, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) datang memberikan bantuan kepada para korban. Bantuan itu supaya mereka bisa ikut indahnya hari nan fitri yang jatuh hari ini, Jumat (15/6).

GM komunikasi ACT Lukman Azis Kurniawan menuturkan, pihaknya datang untuk memberikan bantuan pada korban. Setidaknya kehadiran ACT bisa mengobati tangisan atau duka korban.

Jelang Lebaran, ACT Obati Tangisan Korban Gempa Sumenep
Relawan ACT bersama petugas lainnya ikut mengevakuasi puing-puing materil gempa di Sumenep (ACT for JawaPos.com)

"ACT datang untuk membantu meringankan beban saudara kita yang menjadi korban gempa di Sumenep," ungkap Lukman Azis kepada JawaPos.com, Kamis (14/6).

Adapun bantuan yang diberikan ACT yakni kegiatan emergency. Berupa pembersihan puing-puing bangunan rumah dan madrasah yang roboh, pembagian makanan siap santap. Makanan itu dimanfaatkan untuk berbuka puasa oleh 200 jiwa. Pembagian mi instan sebanyak 10 dus karton, pembagian air mineral gelas sebanyak 10 dos karton

Diketahui gempa Sumenep yang mengguncang lima desa meliputi Desa Bula'an, Batu Putih, Sergen, Dasuk Timur, dan Kecer.

Peristiwa itu mengakibatkan kerusakan di 3 desa (Kecamatan Batu Putih) dan 2 desa (Kecamatan Dasuk). 36 rumah mengalami rusak ringan sampai rusak berat
. Satu madrsah Diniah Nurul Huda ambruk, 1 musala rusak ringan.

Sedangkan korban nonmateriil yakni menimppa tiga orang mengalami luka-luka. "Korban luka akibat tertimpa puing-puing bangunan dan genteng," sambung Lukman
.

Menurutnya, ACT selalu hadir untuk kemanusiaan walau di tengah libur panjang Idul Fitri. Menurut Lukman, bencana alam atau peristiwa sosial tidak mengenal libur. Untuk itu pihaknya selalu siap hadir tengah-tengah masyarakat yang merasakan kedukaan.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up