JawaPos Radar

Kembali ke Fitrah

Hidangkan 2.000 Mangkok Soto Saat Open House

15/06/2018, 06:11 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bupati Malang
Bupati Malang Rendra Kresna. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bupati Malang Rendra Kresna memiliki segudang kesibukan. Termasuk saat Lebaran. Momen tersebut tak sekadar digunakan untuk berkumpul keluarga. Namun kakek empat itu juga memanfaatkannya untuk lebih dekat dengan warga sekitar tempat tinggalnya.

Setiap Lebaran, Rendra selalu menggelar open house di kediamannya. Alamatnya di Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).

Kepada JawaPos.com, Rendra mengatakan bahwa tradisi open house sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu. Tepatnya sejak menjadi legislator. Bapak dua anak ini duduk di kursi legislatif sejak 1997. Rendra kemudian melanjutkan karir politiknya sebagai Wakil Bupati Malang mendampingi Sujud Pribadi.

Kediaman Bupati Malang
ASRI: Suasana di kediaman Bupati Malang Rendra Kresna. (Tika Hapsari/Jawapos.com)

Selanjutnya, Rendra menjabat sebagai Bupati Malang selama dua periode. Periode 2010-2015, Rendra didampingi Ahmad Subhan. Kemudian kembali menjabat untuk periode 2016-2021 dengan didampingi Sanusi.

Jika Rendra memulai open house sejak menjabat sebagai anggota DPRD, Artinya, maka tradisi itu sudah berjalan selama 21 tahun lalu. "Ya berapa tahun itu ya,? Lama, sejak saya masih jadi DPRD," kata Rendra ketika berbincang dengan JawaPos.com.

Rendra menjelaskan, tradisi open house dilakukan untuk silaturrahim dan semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Sebab sejak menjabat sebagai DPRD hingga Bupati Malang, dia jarang pulang ke rumahnya di Genitri.

Rendra bersama istrinya, Jajuk Rendra Kresna, lebih sering tinggal di rumah dinas. Lokasinya di Jalan KH Agus Salim, Kota Malang. "Kan saya jarang pulang. Jadi lebaran jadi momen penting untuk bersilaturrahim dan bertemu dengan tetangga," katanya.

Ketika open house, biasanya yang datang sekitar 2.000 pengunjung. Kebanyakan berasal dari warga sekitar Pakis. Momen lebaran dimanfaatkan Rendra untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Di waktu ini, tidak ada sekat antara warga dan pemimpinnya. Semuanya akrab di hari yang fitri. Ribuan warga tumplek blek di rumah dengan halaman luas dan tertata apik artistik itu.

Rendra memprediksikan, 95 persen orang yang datang ketika open house adalah warga Genitri. Sisanya orang dari luar kecamatan. Baginya, Lebaran bukan hanya momen untuk saling memaafkan. Namun juga berkumpul dan silaturrahim dengan keluarga dekat dan tetangga.

Biasanya, kegiatan open house tidak hanya diisi dengan saling memaafkan. Namun juga makan bersama. Menu yang kerap disajikan adalah soto. Soto Pulungdowo, Tumpang menjadi salah satu langganan Rendra ketika open house. Sekali pisan, bisa sampai 2.000 mangkok.

"Biasanya Pak Bupati memang pesan banyak. Tiap tahun soto saya selalu dipesan untuk open house. Alhamdulillah," tegas penjual soto Pulungdowo, Nur Ardiansyah.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up