JawaPos Radar

Kembali ke Fitrah

Cara Kapolda Sulsel Irjen Umar, Memaknai Idul Fitri Tahun Ini

15/06/2018, 08:30 WIB | Editor: Budi Warsito
Cara Kapolda Sulsel Irjen Umar, Memaknai Idul Fitri Tahun Ini
Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Umar Septono (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perayaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah bagi Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Umar Septono dimaknai sebagai puncak untuk mengimplementasikan, merealisasikan seluruh amalan baik bagi orang-orang yang ada disekitar. 

Mulai dari diri sebagai seorang manusia, keluarga hingga masyarakat tanpa memandang kasta, latar belakang dan status baik buruknya seseorang. Hal itu, menurut Jenderal Umar adalah sesuatu yang sangat mendasar sebagai seorang manusia dipuncak menggapai kemenangan pada Idul Fitri. 

"Kita semua sudah disucikan di bulan puasa, pada Ramadan ini. Maka itu yang harus kita implementasikan untuk bulan-bulan berikutnya bahkan sampai masa-masa selanjutnya. Jadi, kita harus bisa menjadi manusia yang lebih baik, pandai dalam segala hal khususnya berguna untuk orang banyak," jelas Umar di Makassar, Senin (11/6). 

Cara Kapolda Sulsel Irjen Umar, Memaknai Idul Fitri Tahun Ini
Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Umar Septono (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)

Bagi Jendera bintang dua ini, memaknai Idul Fitri bukan hanya sebatas berharap banyak. Namun, bagaimana modal kekuatan iman dalam beribadah selama bulan Ramadan, menjadi yang utama untuk kemudian dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Kita harus menjadi manusia yang pandai beribadah, pandai memaafkan orang, sabar, memuji-muji orang. Kita harus banyak mencari kesalahan diri sendiri, dari pada kesalahan orang lain, inti semua itu adalah untuk memperbaiki diri," terang Umar. 

Sunnah rasul yang dipraktrikkan selama sebulan berlalu, yakni puasa menurut Umar, adalah salah satu bagian yang mendasar bagi manusia menyambut datangnya Idul Fitri. Hal itu, diakui Umar, juga diterapkan kepada seluruh jajarannya. 

Memberikan pemahaman agar tak henti-hentinya beribadah dan berbuat sesuatu yang berguna untuk orang lain, sebagai bekal mensucikan diri dihari yang Fitri. 

"Habluminannasnya seperti itu juga. Kalau salatnya baik, pasti tingkah laku dan tindakannya pasti baik juga. Berusaha menjadi hamba Allah yang sopan, yang baik, yang rendah hati, yang perhatian terhadap orang lain. Pandai mensukuri nikmat dan memberikan keteladanan kepada orang lain, itu yang terpenting," jelas Umar. 

Di luar itu ditambahkan Umar, hal yang biasa dilakukan pada puncak pelaksanaan Idul Fitri nanti tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti bersilaturahmi dengan keluarga, jajaran dan terpenting baginya adalah masyarakat umum yang ada disekeliling. "Itu salah satu bentuk yang kita terapkan dalam menjalankan perintah agama dan terpenting tidak henti-hentinya dilakukan," pungkas Umar. 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up