JawaPos Radar

Kembali ke Fitrah

Berbeda Dari yang Lain, Ini Dia Tradisi Lebaran Pjs Wali Kota Malang

15/06/2018, 05:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Berbeda Dari yang Lain, Ini Dia Tradisi Lebaran Pjs Wali Kota Malang
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur (Jatim),  Wahid Wahyudi tentunya mempunyai kebiasaan lebaran yang lain dari pada masyarakat pada umumnya. Yakni, dirinya baru bisa melaksanakan mudik ketika semua orang justru sudah kembali dari kampung halaman.

Wahid mengatakan, dirinya baru bisa menikmati lebaran setelah masa angkutan lebaran selesai. "Sepanjang itu belum selesai, tugas utama saya adalah memonitor kelancaran arus lalu lintas di Jawa Timur," ujar pria yang saat ini juga menjabat sebagai Pjs Wali Kota Malang itu kepada JawaPos.com.

"Setelah masa angkutan lebaran selesai, maka tentu saya baru bisa menikmati lebaran," lanjutnya.

Artinya, dirinya baru bisa benar-benar menikmati lebaran setelah H+7 lebaran. Hal pertama yang dia lakukan saat lebaran yakni, mengunjungi orang tua. Selanjutnya, mengunjungi mertua dan dilanjutkan dengan kumpul bersama keluarga besar, teman lama, serta reuni sekolah. 

"Bila ada waktu luang, mengadakan open house di rumah. Undang teman-teman kantor dan teman dekat," kata alumnus Universitas Brawijaya ini.

Pria yang juga pernah menjadi Pjs Bupati Lamongan pada 2015 lalu itu mengatakan, ada beberapa tradisi lebaran yang selalu dia rindukan. "Saat saya ke rumah ibu saya. Saya kan suka sate kambing, pasti bakar sendiri," ceritanya. 

"Ibu saya, disaat saya mau pulang sudah menyiapkan daging yang diiris dimasukkan ke freezer. Jadi saat saya datang tinggal bakar," ujarnya sembari tersenyum.

Pada saat lebaran, Wahid biasanya mudik ke rumah ibunya yang berada di Sedayu Lawas, Lamongan. Kemudian dilanjut ke rumah mertua yang ada di Madiun. "Setelah itu biasanya keluarga ngajak nglencer naik kuda, makan sate kelinci di Telaga Sarangan," kata dia.

Wahid sendiri, memaknai Hari Raya Idul Fitri sebagai masa silaturahmi yang sangat membahagiakan. Menurutnya, event silaturahmi yang paling baik dan membahagiakan itu adalah idul fitri. 

"Tentunya saat silaturahmi itu saling memaafkan. Dari nuansa saling memaafkan itu, pertemuan itu menjadi pertemuan paling membahagiakan dan membuat keakraban terjaga," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up