alexametrics

Tidak Memenuhi Syarat, Bus Dilarang Angkut Penumpang Mudik Lebaran

15 Juni 2017, 08:10:31 WIB

JawaPos.com – Seluruh bus bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) atau Angkatan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang berada di Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau mendadak diperiksa secara intensif oleh aparat Kementerian Perhubugan (Kemenhub).

Pemeriksaan (ramp checking) itu sebagai bentuk persiapan menghadapi angkutan mudik lebaran 2017. Adapun tahapan yang pertama kali diperiksa adalah seputar teknis kendaraan. Seperti sistem kemudi, stir, pedal gas, rem, kopling.

Setelah dipastikan sistem kemudinya bagus, maka petugas akan melanjutkan pemeriksaan terhadap lampu besar ataupun lampu kecil. Ban kendaraan termasuk juga ban cadangan. Pemeriksaan teknis selesai. Maka bus yang digunakan sebagai angkutan lebaran juga wajib memenuhi standar teknis pendukung.

Seperti lampu sen, wiper, pemecah kaca hingga racun api. Seluruhnya harus dimiliki oleh bus tanpa terkecuali. Terakhir petugas memastikan kelengkapan administrasi dari kendaraan lengkap. 

Kepala Terminal tipe A Bandar Raya Payung Sekaki Wira mengatakan bahwa pemeriksaan angkutan lebaran atau ramp check sudah dilakukan pihaknya sejak Februari 2017 lalu.

“Setelah tahapan pemeriksaan teknis kendaraan selesai dicek, maka kami akan melakukan pemeriksaan administrasi kendaraan. Seperti KIR yang sesuai dengan trayek dilalui. SIM pengemudi. Setelah itu terpenuhi, barulah kami kasih stiker layak jalan angkutan lebaran 2017,” ujar Wira, sebagaimana dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Kamis (15/6).

Sejauh ini sudah ada 20 angkutan lebaran yang diberikan stiker oleh pihaknya. Sedangkan jumlah kendataan yang sudah ditindak oleh pihaknya berjumlah sebanyak 9 unit bus.

Dijelaskan Wira, bahwa unit bus yang tidak memenuhi standar ramp check diminta untuk melengkapi. Seperti 2 hari lalu. Sebuah bus tujuan Medan ditunda keberangkatannya lantaran ban yang digunakan sudah licin. Sedangkan kelengkapan lainnya memenuhi syarat. 

Maka dari itu petugas langsung meminta kepada pengemudi ataupun pengelola bus untuk mengganti ban tersebut pada saat itu juga. Jika tidak, mereka tidak diperbolehkan untuk berangkat menuju daerah tujuan.

“Karena ban termasuk faktor keselamatan. Kalau tiba-tiba hujan, jalan licin, sedangkan muatan banyak. Selain itu juga sering kejadian ban yang sudah botak itu tiba-tiba meledak. Kemudian bus oleng dan terbalik. Di situ bahayanya. Makanya, kami pastikan seluruh bus harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Sedangkan untuk fasilitas terminal, 2 pekan jelang memasuki Ramadan pihaknya melakukan pembersihan terhadap sudut-sudut terminal. Itu bertujuan agar penumpang yang hendak menaiki bus di terminal bisa merasa nyaman.

Selain itu untuk menjamin keamanan di terminal pengelola juga rutin melaksanakan pemeriksaan terhadap calo. Sedangkan untuk para agen bus di wajibkan untuk mengenakan seragam serta ID Card dari terminal.

Masih dikatakan Wira, ramp check atau pemeriksaan terhadap kendaraan lebaran akan diintensifkan setiap hari hingga H+5 lebaran. Adapun jumlah unit berjalan mencapai 50 sampai dengan 60 unit per harinya. 

Diperkirakan pada H-3 jumlah penumpang bus di terminal akan mengalami kenaikan. Namun tidak terlalu signifikan. Karena menurut Wira, momentum lebaran tahun ini bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah. 

“Kalau dibanding tahun lalu, justru menurun kemungkinan. Karena itu tadi, momen lebaran bertepatan dengan tahun ajaran baru. Kalau peningkatan tahun ini mungkin akan terjadi sedikit lonjakan pada H-3. Kebanyakan itu rute dalam Pulau Sumatera disusul keberangkatan ke Pulau Jawa,”tambahnya. (nda/iil/JPG)

Editor : Ilham Safutra



Close Ads
Tidak Memenuhi Syarat, Bus Dilarang Angkut Penumpang Mudik Lebaran