alexametrics

Pasutri di Pakis Malang Dipastikan Bukan Jaringan Terorisme Surabaya

15 Mei 2018, 15:20:07 WIB

JawaPos.com – Upaya untuk mengusut jaringan pelaku teror di Surabaya membawa Polisi ke Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (14/5). Polisi melakukan penggeledahan sejak siang, mengamankan beberapa barang, termasuk memeriksa pemilik rumah. Namun, police line dilepas pada pukul 21.30 sebagai tanda tak ada kaitan dengan pelaku teror.
 
JawaPos.com yang mengikuti proses penggeledahan di rumah pasangan SR, 45, dan MA, 50, itu mendapati pemilik rumah sebenarnya sudah pulang pada pukul 21.00 WIB. SR yang ada sorenya dibawa oleh petugas kepolisian, tampak pulang dengan menggunakan motor. Dia sendirian. Istrinya, SR, tidak tampak di boncengan.
 
Namun, karena mendapati rumahnya masih terdapat police line, MA yang merupakan pegawai perusahaan BUMN itu putar balik. Dia memilih untuk menuju rumah saudaranya daripada masuk ke rumah. MA juga tutup mulut, dan pergi tanpa memberikan penjelasan apapun.
 
Sekitar pukul 21.30 WIB, tiga anggota kepolisian yang ada di sekitara rumah itu bergerak. Mencopot semua police line yang di sekitar rumah MA dan SR. Ketua RT setempat, Asrizal Fahmi tampak menemani dan mereka sempat berbicara. “Ada perintah melepas,” kata salah satu anggota yang melepas police line tanpa menyebutkan nama.
 
Tidak butuh waktu lama untuk melepas semua garis kuning itu. Sebelum meninggalkan lokasi, mereka tampak kembali bercakap-cakap dengan Ketua RT. Setelah itu, Asrizal Fahmi baru memberikan keterangan pada wartawan terkait status warganya yang sempat diduga anggota teroris.
 
Katanya, Polisi memintanya untuk menyampaikan ke Ketua RW, bahwa MA tidak terlibat dengan kelompok teroris manapun. Bersih. Selain ke RW, dia juga diminta oleh petugas kepolisian untuk membantu menyampaikan ke masyarakat.
 
“Tadi yang ngobrol dengan saya itu dari polisi. Minta disampaikan ke RW, agar diteruskan ke RT jajaran. Bahwa warga saya ini tidak terkait dengan jaringan terorisme,’’ terangnya.
 
Meski sudah dipastikan MA tidak berkaitan dengan jaringan terorisme manapun, Polisi belum memberikan keterangan detil. Termasuk, di mana SR saat ini dan ketika rumahnya digeledah. Meski, sumber JawaPos.com di kepolisian menyatakan jika SR juga bersih. ’’Tidak ada kaitannya juga,’’ ucap sumber tersebut.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, kecurigaan pada perempuan yang dikenal ramah itu berawal dari bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi. Dia disebut nekat menerobos garis polisi yang dipasang di lokasi kejadian. “Istrinya berada di tempat yang salah saat olah TKP bom Polrestabes Surabaya,” tegasnya. 
 
Setelah dicek, ternyata alamatnya Pakis. Kemudian polisi melakukan penggeledahan dan memastikan tak ada kaitan setelah melakukan pemeriksaan mendalam. “Sudah dilepas. Suaminya juga sudah dilepas,” katanya.
 
Terkait penggeledahan serta penyitaan barang yang dilakukan petugas, sumber JawaPos.com menyebut taka da masalah apapun. “Buku-buku biasa aja. Tidak ada yang signifikan. Kaitannya, diamankan karena istrinya ada di TKP bom Polrestabes Surabaya. Di sekitaran police line, sepertinya mau tahu, mau nonton,’’ urainya.
 

Pasutri di Pakis Malang Dipastikan Bukan Jaringan Terorisme Surabaya
(Antika Hapsari/JawaPos.com)

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (tik/JPC)

Pasutri di Pakis Malang Dipastikan Bukan Jaringan Terorisme Surabaya