alexametrics

Tiket Konser Maliq & D’Essentials dengan Sistem IPK di UNY Ludes

Disiapkan Pemecahan Rekor MURI
15 April 2019, 20:42:01 WIB

JawaPos.com – Tak sampai 24 jam, tiket konser Dies Natalis ke-55 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 1 Mei mendatang sudah ludes. Sesuai dengan rencana awal dari guyonan, konser dengan bintang tamu Maliq & D’Essentials itu diadakan dengan memakai sistem Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai syarat masuk.

“Tiket untuk konser sudah habis. Jumat (12/4) lalu kami buka jam 1 (sore), jam 5 sore sudah habis. Saya pikir 5 hari (baru habis) gitu lho,” kata Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, Jumat (15/4) sore.

Mereka yang mendaftar untuk melihat konser yang rencananya digelar di Gedung Olahraga (GOR) UNY itu, menurut Sutrisna memang mayoritas anak-anak pintar. IPK 3,75 sampai 4 ada sekitar 1.265 mahasiswa.

Kemudian untuk IPK 3,50 sampai 3,75 ada sekitar 2.500 orang. Sedangkan yang paling banyak mendaftar yakni 3,25 ke atas. “Untuk IPK rendah (tidak kebagian tiket) nanti disediakan layar tancap di luar (GOR). Bisa juga nanti live streaming dilihat di kos,” katanya sembari terkekeh.

Untuk IPK 3,75 sampai 4 mendapat kelas tiket VIP. Platinum didapatkan mereka yang mempunyai IPK 3,50 sampai 3,74. Sedangkan Gold diberikan kepada 3,25 sampai 3,49. Silver untuk 3,00 sampai 3,24 dan Festival untuk 2,75 sampai 2,99.

Selain konser musik dengan bintang tamu Maliq & D’ Essentials, hari selanjutnya yakni 2 Mei mendatang akan ada pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Yakni menari tari tradisional Jathilan dengan kategori peserta terbanyak dan kualitas tarian.

Peserta yang ikut menari Jathilan ini ditargetkannya sebanyak 4 ribu orang. Presentasenya 1.500 mahasiswa, 1.500 masyarakat umum, dan sisanya yakni dosen serta karyawan. “Masyarakat umum saat ini juga sudah ada yang mendaftar,” lanjut Sutrisna.

Untuk tarian Jathilan dikonsep dengan lebih menonjolkan kekhasan dan menghilangkan image negatif. Menjadikan mereka yang melihat nantinya tidak merasa takut. “Image negatif yang dihilangkan itu seperti (penari) makan kaca. Jadi menarik, tidak menakutkan,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat



Close Ads