alexametrics

Pemprov Sulsel Kantongi Daftar Calon Plt Wali Kota Makassar

15 April 2019, 19:06:41 WIB

JawaPos.com – Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengantongi 14 nama calon Plt Wali Kota Makassar. Mereka akan diseleksi untuk menggantikan Mohammad Ramdhan Pomanto yang masa jabatannya berakhir pada 8 Mei mendatang.

“Betul-betul kami seleksi yang memang punya konsep. Terus terang, tanggung jawab dari beberapa target yang belum selesai harus dituntaskan,” terang Pj Sekda Sulsel Ashari F Radjamilo, Senin (15/4).

Dalam daftar resmi yang diumumkan Pemprov, calon Plt wali kota itu memiliki rekam jejak di lingkup pemerintahan. Mereka juga berstatus sebagai eselon II.

14 nama itu masing-masing, Kepala BPSDM Sulsel Imran Jausi, Staf BKD Sulsel Asri Sahrun, Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo, Kepala Biro Pemerintahan Sulsel Hasan Basri Ambarala, Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil, mantan Asisten Administrasi Pemprov Ruslan Abu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP AM Yamin.

Selanjutnya, Kepala Balikbangda Iqbal Suhaeb, Kepala Dinas Pertanian Sulsel Fitriani, Kepala Disdukcapil Sukarniaty Kondolele, PLT Bapenda Denny Irawan, Kepala Dinas PKPP Sulsel Andi Bakti Haruni, Kepala Dinas Kelautan Sulsel Zulkaf Latif dan Kepala Dinsos Sulsel Ilham Gazaling.

Dari 14 nama yang ada, dua di antaranya dinyatakan gugur. Keduanya adalah Asri Sahrun dan Ruslan Abu. “Persoalan administrasi saja,” ujar Ashari.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah sendiri belum menentukan satu nama. Untuk menentukan nama calon yang akan diusulkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), terlebih dulu dilaksanakan seleksi. “Menjelang pemilihan bupati dan wali kota, banyak yang akan menjadi penjabat,” terang Nurdin Abdullah.

Berbagai persoalan akan dihadapi Plt Wali Kota Makassar nanti. Mulai jalan macet, parkir, hingga  akses pejalan kaki. “Tentu kami dukung penjabat yang berani, yang tegas, tidak butuh popularitas,” tegas Nurdin.

Nurdin melanjutkan, seleksi yang dilakukan akan berlangsung ketat. Terutama untuk mengetahui konsep yang mereka miliki terkait perkembangan Makssar. “Memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki, bukan justru membuat ribut. Tanggung jawab sebagai penjabat besar,” pungkasnya

Editor : Dida Tenola

Reporter : Sahrul Ramadan

Close Ads