alexametrics

Gelisah Menunggu Hasil Pemilu, Para Caleg Diimbau Periksakan Diri

15 April 2019, 21:41:25 WIB

JawaPos.com – Perasaan khawatir, cemas, susah tidur hingga nafsu berkurang kerap menghantui para calon legislatif sewaktu pemilihan. Maklum saja, bukan rahasia umum apabila maju nyaleg membuthkan modal yang tidak sedikit.

Selain perasaan cemas akan hasil pemilihan, beban malu harus ditanggung apabila tidak lolos dalam pencalegan. Untuk itu, Ketua Etik dan Hukum RSJ Menur Basuni mengimbau agar para caleg segera berkonsultasi atau memeriksakan diri. Para Caleg dapat memeriksakan diri di PICU (psikiatrik intensive care unit) untuk diagnosa awal.

“Caleg-caleg itu, kalau ada sesuatu yang mengganggu, konsentrasi kurang, nafsu makan berkurang, segeralah konsultasi. RSJ Menur menyediakan psikiater, psikolog, dan penunjang lainnya,” kata Basuni kepada JawaPos.com, Senin (15/4).

Basuni mengatakan, selain PICU, total ada 300 lebih tempat tidur lengkap dengan tenaga medis dan persediaan obat. Sejumlah fasilitas ruang rawat mulai dari kelas III hingga kelas VVIP juga telah tersedia.

Caleg yang memeriksakan diri akan mendapat fasilitas tersebut, tergantung hasil diagnosa dokter. Para Caleg juga dapat menggunakan kartu BPJS-nya jika ingin berkonsultasi atau berobat. Namun, Basuni mengatakan bahwa tidak ada ruang yang khusus menerima pasien caleg saja. Karena, pasien non caleg sekalipun, dapat berkonsultasi atau berobat. “Tidak ada tempat khusus. Hasilnya, juga dirahasiakan,” kata dia.

Basuni juga mengatakan, tidak ada batas waktu atas layanan kesehatan jiwa tersebut. Sebab, gejala-gejala kejiwaan tersebut datangnya bervariasi rentan waktunya. Ada pasien yang langsung merasakan gejalanya, ada juga yang butuh waktu beberapa hari. Hanya, Basumi mengatakan, jumlah pasien diprediksi akan meningkat, sehari setelah pencoblosan atau quick count.

“Biasanya, sebelum coblosan, caleg itu sudah bingung (terpilih atau tidak). (Setelah tanggal 28 April, pasien membeludak?) ya. Karena ada orang yang bisa menerima (hasil Pemilu) ada yang tidak,” tuturnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Aryo Mahendro