alexametrics

Dwi Lili Indayani, Kembangkan Produk Pertanian Jadi Suvenir Wisatawan

15 Maret 2022, 09:51:30 WIB

Pengembangan dunia pertanian bukan hanya soal teknologi perbanyakan tanaman atau rekayasa genetika. Pengemasan yang cantik hingga penyerapan atau pemanfaatan limbah di dalamnya, juga bisa termasuk dalam pengembangan pertanian. Ini seperti dilakukan Dwi Lili Indayani.

RETNO DYAH AGUSTINA

TANGAN Lili mengaitkan seutas tali sintetis hingga membentuk wajik yang membungkus kokedama buatannya. Warnanya memang berbeda dengan kokedama asli dari Jepang. Di sana, kokedama biasanya berwarna hijau karena dibuat dari lumut. Tak juga dilapisi tali seperti buatan Lili. ”Ini contoh salah satu karya yang dibuat dengan prinsip zero waste,” ucapnya.

Sebagai media tanam, Lili memilih serabut kelapa yang banyak ditemui di Batu, Jawa Timur. Harganya memang murah karena sejauh ini manfaatnya yang masih dipandang rendah. Jika telaten, bentuknya bisa terlihat lebih cantik dan mampu menggeser pot-pot plastik biasa.

Tak hanya media tanam. Tali pengikat yang digunakan Lili juga berasal dari limbah. Untuk ini, Lili bekerja sama dengan perajin bangku. Nah, limbah rotannya dimanfaatkan jadi tali sintetis. ”Selain itu, kami pakai juga tali rami yang alami dipadu dengan akar pakis hitam sebagai media tanam,” jelasnya.

Pengemasan yang estetik memang jadi salah satu komponen penting dalam produk buatan Lili. ”Tujuan besarnya adalah agri-tourism. Jadi hasil produk agri di Batu ini bisa jadi suvenir untuk wisatawan,” jelas alumnus S-1 Agroekoteknologi Universitas Brawijaya.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: