alexametrics

Soal OTT Rommy, Kemenag Jatim: Kami Tidak Paham

Diduga Terkait Jual Beli Jabatan
15 Maret 2019, 19:47:22 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (15/3). Usai menangkapnya, KPK langsung menggelandang pria yang akrab disapa Rommy itu ke Mapolda Jatim. 

KPK meminjam salah satu ruangan di Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Setelah lebih dari 4 jam pemeriksaan, KPK akhirnya mengeluarkan dan membawa Rommy ke Jakarta.

Usai pemeriksaan, tidak ada statemen apapun dari pihak kepolisian maupun KPK tentang pemeriksaan itu. Dari informasi yang didapatkan tersebar sejumlah isu tentang kasus yang menjerat Rommy. 

Pertama, kabarnya, KPK menangkap Rommy dan 4 orang lainnya. Salah satunya, diduga Kepala Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin. Kedua, beredar isu bahwa kasusnya terkait jual beli jabatan.

Saat dikonfirmasi, Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Markus mengaku belum dapat berkomentar. Marius mengatakan tidak lagi dapat menghubungi atasannya sejak pukul 14.00 WIB tadi. 

“Karena sudah tiga hari saya tidak bertemu dan mau menghadap dengan beliau. Tapi, jam satu, setengah dua sudah tidak bisa dihubungi,” kata Markus di Kakanwil Kemenag Jatim, Jumat (15/3). 

Markus menampik jika atasannya tersebut ikut terciduk KPK bersama Rommy di Hotel Bumi Surabaya. Dia mengatakan, pihaknya juga masih mencari keberadaan atasannya tersebut. 

Selain itu, dirinya juga menyatakan tidak dapat berkomentar jika atasannya ternyata turut terciduk KPK bersama Rommy. Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari KPK. 

“Kami tidak bisa menjelaskan karena tidak tahu pasti keberadaannya. Informasi dari pihak terkait juga belum ada,” kata Markus. 

Begitu pula soal isu jual beli jabatan di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim. Markus mengaku tidak tahu jika atasannya yang baru menjabat sejak tanggal 5 Maret lalu, merupakan hasil kongkalikong dengan Rommy. 

“Soal isu itu, KPK yang paham. Soal jabatan apa, siapa, itu kan harusnya KPK yang perlu menyampaikan itu. Karena itu terkait dengan materi. Kami tidak paham,” katanya. 

Menurutnya, pihaknya masih berupaya membangun good governance di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim. Salah satunya, berbenah untuk mencegah adanya skandal apapun di lingkungan Kemenag Jatim. 

“Artinya kami mencoba memperbaiki (kinerja) semenjak Menteri Agama Lukman Hakim menjabat. Pak menteri berupaya menciptakan kementerian yang bebas korupsi dan bebas praktek kolusi,” tuturnya. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Aryo Mahendro

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Soal OTT Rommy, Kemenag Jatim: Kami Tidak Paham