alexametrics

Korban Penembakan Zulfirmansyah Sempat Bercanda Tak Ada Lontong Sayur

Dikenal Rendah Hati dan Fasih Membaca Alquran
15 Maret 2019, 21:54:08 WIB

JawaPos.com – Zulfirmansyah salah seorang korban penembakan di Masjid yang berada di Christchurch, New Zealand sempat bercanda dengan rekan-rekannya sesama komunitas di Sakato Art sehari sebelum kejadian. Seniman lukis tersebut juga dikenal dengan sosok muslim yang taat.

“Kemarin (Kamis,14/3) siang itu kami bercanda dengan Zul (Zulfirmansyah). Nggak ada lontong sayur di sana, yang ada bubur,” kata Ketua Sakato Art Community, Erizal As saat ditemui di Sekretariat Sakato, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Jumat (15/3) malam.

Zulfirmansyah, imbuhnya juga merupakan sosok muslim yang taat. Fasih membaca Alquran dan juga diketahui sering azan di masjid tempatnya tinggal ketika di Kabupaten Bantul. “Dia teman yang baik, orang yang rendah hati, gampang senyum,” kata pria yang merupakan teman dekat dari Zulfirmansyah ini.

Korban Penembakan Zulfirmansyah Sempat Bercanda Tak Ada Lontong Sayur
INFOGRAFIS: Penembakan di Masjid Kota Christchurch Selandia Baru (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Zul juga diketahui setelah lulus jurusan seni lukis di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta pada 2016 silam, aktif sebagai pelukis. Banyak karya yang telah dihasilkan dan juga sering mengikuti pameran di dalam maupun luar negeri.

“Cukup bagus respons publik atas karyanya. Sempat saya tanyakan, kenapa pindah ke negara lain, kariernya sedang bagus di sini,” katanya.

Zulfirmansyah, sambung Erizal, menikah dengan istrinya warga negara Amerika Serikat pada 2015 lalu dan saat ini sudah dikaruniai seorang anak. Setelah menikah ia yang sebelumnya tinggal di daerah Kabupaten Bantul, pindah ke daerah Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

Zulfirmansyah akhirnya pada Januari lalu memutuskan bersama istrinya pindah ke New Zealand. Ia mendampingi istrinya yang sedang mencari kerja.

Jhoni Waldi, salah seorang seniman dan juga teman dekat Zulfirmansyah mengatakan, Zul mempunyai sisi religi yang kuat. “Secara religi dia sangat kuat, dia punya kemampuan cara membaca Alquran fasih. Kami belajar dari beliau juga. Dia awal masuk Jogja ke tempat saya dulu, ternyata saya dengan dia satu SMP,” ucapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Ridho Hidayat

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Korban Penembakan Zulfirmansyah Sempat Bercanda Tak Ada Lontong Sayur