alexametrics

Karet Sumsel Lari ke Jambi, Riau dan Medan

15 Maret 2019, 17:25:18 WIB

JawaPos.com – Ekspor komoditas karet di Sumsel dinilai belum optimal. Pasalnya, saat ini dari total produksi 1.053.272 ton karet kering yang baru terekspor hanya 249 ribu ton per tahun.

Hal ini dikarenakan banyak karet ‘lari’ dari Sumsel dan diambil oleh tiga daerah yakni Jambi, Riau dan Medan.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian mengatakan saat ini luasan areal karet di Sumsel mencapai 1.319.738 hektar dengan produksi mencapai 1.053.272 ton karet kering. Namun, yang terekspor di Sumsel hanya 249 ribu ton dengan nilai Rp 3,9 triliun.

Hal ini dikarenakan komoditas ‘lari’ atau diambil oleh Jambi, Riau dan Medan. Menurutnya, ‘larinya’ komoditas karet ini karena sistem lelang yang belum baik. Seperti contoh, sistem lelang yang dilakukan secara bergantian sehingga pengusaha di Jambi, Riau dan Medan mengambilnya secara bergantian.

“Seharusnya lelang dilakukan secara besar-besaran dalam satu hari, dengan harga yang sama sehingga para pembeli pun turun langsung untuk ikut lelang. Kalau tidak turun maka tidak akan mendapatkan karet,” katanya saat ditemui di Launching Ekspor Pertanian di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Jumat (15/3).

Menurutnya, ini solusi yang baik dan pihaknya kedepan berencana menerapkan hal tersebut di 177 Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) di 14 Kabupaten/Kota di Sumsel. 

Ia berharap kedepan ekspor Sumsel dapat meningkat. Untuk tahun 2019 ini, ekspor yang dilakukan yakni sebesar 1.108 ton dengan nilai Rp 21,6 miliar atau setara 1.550.000 USD.

Negara tujuan ekspor sendiri yaitu di Jepang dan Finlandia. Ia juga berharap kedepan petani lebih memperhatikan kualitas karetnya. Seperti, jika umur angkat satu minggu harus benar-benar satu minggu tidak boleh lebih atau kurang dari waktu tersebut dan lain sebagainya.

“Kami harap kedepan ekspor karet ini mampu ditingkatkan sehingga bisa meningkatkan harga karet khususnya di Sumsel,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan saat ini tengah mengajak investor untuk membangun pabrik pengolahan karet, setidaknya seperti sarung tangan, kondom dan lain sebagainya. Hanya saja, perlu jaminan seperti lahan tidak terganggu, tenaga kerja yang tidak mudah demo dan lainnya.

“Karena itu, saya berharap dukungan semua pihak dan rasa kepemilikan yang tinggi terhadap daerah dan kemajuan bersama,” singkatnya. 

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim

Copy Editor :

Karet Sumsel Lari ke Jambi, Riau dan Medan