alexametrics

Hajatan Pemprov Jateng, Bawaslu Pelototi Apel Kebangsaan di Semarang

Diisi Penampilan Slank hingga Nella Kharisma
15 Maret 2019, 15:27:42 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang bakal turun langsung mengawasi gelaran Apel Kebangsaan yang dihelat di seputaran Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Minggu (15/3). Pengawasan dilakukan agar ada tindakan manakala terdapat unsur kampanye pada hajatan Pemprov Jateng tersebut.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, M. Amin mengatakan, pihaknya sudah memperoleh undangan perihal kegiatan itu. Surat tersebut, dibubuhi tanda tangan pejabat terkait dengan turut serta mencantumkan logo dari Pemprov Jateng. 

Kata Amin, sudah terkonfirmasi kepada panitia kegiatan bahwa itu bukan acara politik. Tapi, tetap saja pengawasan akan dilakukan. “Kalau ada bunyi kampanye, akan kami tindak sesuai dengan ketentuan. Kami hadir di lokasi, lengkap dari kecamatan, kelurahan dan dari kota,” kata Ketua Bawaslu Kota Semarang, M Amin, Jumat (15/3).

Hajatan Pemprov Jateng, Bawaslu Pelototi Apel Kebangsaan di Semarang
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Achmad Rofai memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (11/3). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Pengawasan ini, nantinya juga bersifat preventif. Kalau-kalau yang hadir besok ada yang dari Parpol. “Agar pelaksanaannya tidak singgung politik, melainkan murni acara kebangsaan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menggelar acara Apel Kebangsaan yang akan dihadiri berbagai elemen masyarakat sebagai wujud keberagaman Indonesia. Komponen yang dilibatkan, meliputi santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama hingga olahragawan dan kelompok difabel.

Kegiatan ini rencananya dimulai pukul 06.00 WIB dan dibagi ke dalam dua segmen. Pertama, Suara Kebangsaan dan segmen kedua Orasi serta Deklarasi Kebangsaan.

Bakal ada empat panggung untuk acara ini dengan panggung utama di Lapangan Simpang Lima. Lalu panggung di Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani. Sejumlah tokoh juga akan naik ke panggung untuk mengisi orasi. Mereka adalah sosok dengan komitmen dan perhatiannya pada pembangunan semangat nasionalisme dan kebangsaan

Para tokoh tersebut antara lain, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi). 

Tak sekedar orasi, acara ini juga akan dimeriahkan pertunjukkan musik dari sejumlah musisi ternama. Sebut saja Slank, Letto, Armada, Virza, serta Nella Kharisma. Dan yang tak kalah heboh adalah host-nya, yaitu Vincent-Desta dan Cak Lontong. Selain itu juga ada paduan suara mahasiswa, paduan suara gereja, Tari Saman dari siswa SMA, sholawat Kanzus Habib Ali Zaenal Abidin, dan ada juga Tarian Barongsai.

Pada kegiatan itu, akan ada Deklarasi Kebangsaan yang rencananya dibacakan Gubernur Ganjar sebelum nantinya ditutup dengan menyerahkan simbol kebangsaan pada generasi muda diiringi lagi ‘Bagimu Negeri’. Sebagai wujud untuk meneruskan semangat nasionalisme pada anak muda dan menyampaikan pesan agar mereka turut merawat keberagaman Indonesia.

Kegiatan ini juga menuai perhatian dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Sudirman Said, selaku Direktur Materi dan Debat, mengatakan sebenarnya pihaknya tak mempermasalahkan manakala kegiatan bertajuk ‘Kita Merah Putih’ itu benar ada unsur kampanyenya. Yang jelas, itu dijalankan sesuai aturan saja.

“Apel minggu, kita tentu belum tahu apa yang akan terjadi. Tetapi, pengerahan ASN, maupun perangkat-perangkat pemerintahan di hari-hari terakhir pemilu itu mesti dilihat dengan cermat,” katanya saat dijumpai di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Pamularsih, Kota Semarang, Kamis (14/3).

“Kalau ternyata itu kampanye, nggak apa-apa juga. Tapi sumber dayanya harus datang dari pasangan calon, bukan datang dari APBD. Oleh karena itu silahkan nanti dicek, kalau itu datang dari APBD kemudian digunakan untuk kampanye salah satu paslon berarti pelanggaran netralitas. Mudah-mudahan tidak terjadi,” imbuhnya

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Copy Editor :

Hajatan Pemprov Jateng, Bawaslu Pelototi Apel Kebangsaan di Semarang