alexametrics

Apel Kebangsaan Rogoh APBD Rp 18 M, Pelita: Tak Harus Selebratif

15 Maret 2019, 18:35:56 WIB

JawaPos.com – Acara Apel Kebangsaan yang dihelat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3) besok mendapat sorotan tajam. Terutama usai terungkap besaran dana kegiatan yang mencapai Rp 18 miliar dan bersumber dari APBD.

Mengutip dari sistem e-lelang Pemprov Jawa Tengah, http://lpse.jatengprov.go.id, terlihat pada nama paket ‘Pengadaan Kegiatan Apel Kebangsaan Jawa Tengah Tahun 2019 Rampak Senandung Kebangsaan’. Dengan status tender sudah selesai.

Pos dana berasal dari Satuan Kerja (Satker) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jateng dengan nilai Rp 18.764.420.000,00. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 18.086.390.000,00. Pemenang lelang kegiatan ini adalah PT. Potensindo Global, beralamat di Jalan Letjen Suprapto 37A Sido Mulyo Ungaran Kabupaten Semarang.

Menanggapi hal ini, Ketua Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang, Setyawan Budi ternyata bersikap menyayangkan. Utamanya, soal dana yang dibutuhkan hingga Rp 18 miliar lebih.

Menurutnya, agak kurang efektif apabila dana sebesar itu dipakai untuk satu acara saja. “Akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk mengadakan kegiatan bertema kebangsaan di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah dalam skala yang lebih kecil. Sehingga dampaknya akan semakin luas,” katanya, Jumat (15/3).

Sebenarnya, ia mengapresiasi langkah dari Pemprov Jateng ini. Yang berupaya menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, serta menyadarkan masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan.

Tapi tetap saja menurutnya kurang tepat. Paling tidak harus memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat dewasa ini. “Acara bertema kebangsaan tidak harus yang selebratif,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menggelar acara Apel Kebangsaan yang akan dihadiri berbagai elemen masyarakat sebagai wujud keberagaman Indonesia. Komponen yang dilibatkan, meliputi santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama hingga olahragawan dan kelompok difabel.

Kegiatan ini rencananya dimulai pukul 06.00 WIB dan dibagi ke dalam dua segmen. Pertama, Suara Kebangsaan dan segmen kedua Orasi serta Deklarasi Kebangsaan. 

Bakal ada empat panggung untuk acara ini dengan panggung utama di Lapangan Simpang Lima. Lalu panggung di Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani. Sejumlah tokoh juga akan naik ke panggung untuk mengisi orasi. Mereka adalah sosok dengan komitmen dan perhatiannya pada pembangunan semangat nasionalisme dan kebangsaan

Para tokoh tersebut antara lain, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi). 

Tak sekedar orasi, acara ini juga akan dimeriahkan pertunjukkan musik dari sejumlah musisi ternama. Sebut saja Slank, Letto, Armada, Virza, serta Nella Kharisma. Dan yang tak kalah heboh adalah host-nya, yaitu Vincent-Desta dan Cak Lontong. Selain itu juga ada paduan suara mahasiswa, paduan suara gereja, Tari Saman dari siswa SMA, sholawat Kanzus Habib Ali Zaenal Abidin, dan ada juga Tarian Barongsai.

Pada kegiatan itu, akan ada Deklarasi Kebangsaan yang rencananya dibacakan Gubernur Ganjar sebelum nantinya ditutup dengan menyerahkan simbol kebangsaan pada generasi muda diiringi lagi ‘Bagimu Negeri’. Sebagai wujud untuk meneruskan semangat nasionalisme pada anak muda dan menyampaikan pesan agar mereka turut merawat keberagaman Indonesia.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads
Apel Kebangsaan Rogoh APBD Rp 18 M, Pelita: Tak Harus Selebratif