JawaPos Radar

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Didemo, Diminta Sejahterakan Masyarakat

15/03/2018, 00:24 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Exxon Mobil Didemo
DEMO: Para aktivis dari Pemuda Pancasila Kabupaten Bojonegoro melakukan unjuk rasa di depan Fly Over ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menuntut kesejahteraan warga, Rabu (14/3) (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ratusan anggota Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar aksi damai, Rabu (14/3). Di depan Fly Over ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tepatnya di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, peserta unjuk rasa menuntut kesejahteraan masyarakat ring satu.

Para aktivis menuntut EMCL untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar proyek minyak dan menuntut perusahaan ExxonMobil agar menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23 tahun 2011. 

"Jika pihak EMCL tidak segera menerapkan perda tersebut maka pemerintah harus mencabut izin EMCL sebagai pihak swasta asing dan harus diganti pihak operator BUMN Negeri sendiri," kata Hadi selaku Ketua MPC PP Kabupaten Bojonegoro.

Selain menuntut kesejahteraan masyarakat sekitar, para aktivis dengan ciri khas seragam doreng merah hitam itu, juga menuntut terkait dengan CSR ExxonMobil yang dianggap kurang transparansi dan tidak tepat sasaran.

Para pendemo juga menuntut agar EMCL mengadakan pembaharuan dan pembinaan kepada pihak yang belum bisa menikmati program CSR tersebut. Mereka juga menuding bahwa CSR tersebut telah di monopoli oleh lembaga atau yayasan yang lama.

"Masih banyak aduan masyarakat yang mana masih banyak tanah yang masih sengketa dan EMCL belum menyelesaikan," kata dia dalam orasinya.

Sementara itu, Sekertaris Jendral (Sekjen) PP Kabupaten Bojonegoro, Mustaqim menuturkan, terkait dengan dugaan bau gas yang diduga H2S dari Flaer EMCL yang mengakibatkan banyak korban warga Desa Mojodelik keracunan. 

"Kejadiannya di tahun 2016 dan ExxonMobil sudah lebih dari satu tahun belum segera menyelesaikan,"  jelasnya. Dirinya meminta agar EMCL segera bertanggung jawab kepada para korban secara moril maupun materil yang selama ini dihiraukan EMCL.

Mustaqim mengatakan, pekerjaan non skill yang mana sudah diatur dalam Perda 23 tahun 2011 perusahaan ExxonMobil harus memberikan hak-hak lokal. "Kami sebagai ormas yang peduli dengan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat sekitar akan mengawal Perda 23 tahun 2011," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut pihak EMCL mempersilahkan sepuluh perwakilan Pemuda Pancasila untuk bermediasi, mencari titik temu.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up