JawaPos Radar

Banjir Bojonegoro, Tiga Desa Masih Terisolir

15/03/2018, 00:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Banjir Bojonegoro
Di tiga desa ini, kesulitan akses keluar masuk tertutup. Sehingga jika warga ingin keluar harus menggunkan perahu untuk menyeberangi dareah yang terdampak banjir (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bencana banjir luapan Bengawan Solo yang melanda 8 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro berangsur surut. Namun tiga desa di Kecamatan Baureno masih terisolasi banjir dengan ketinggian beragam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengatakan, aktivitas warga di Bojonegoro mulai normal. Namun sejumlah infrastruktur jalan penghubung antar desa kebanyakan mengalami kerusakan, meski sudah dapat dilalui.

Kedelapan kecamatan yang terdampak banjir meliputi, Kecamatan Bojonegoro, Trucuk, Balen, Padangan, Ngraho, Kalitidu, Dander, dan Baureno. "Kami sudah berikan bantuan paket sembako ke masing-masing kecamatan," ucap Andik, Rabu (14/3).

Meski demikian, Andik menambahkan, terdapat tiga desa yang masih terisolasi di Kecamatan Baureno. "Jalan menuju desa sangat sulit ditempuh, harus menggunakan perahu," ujarnya. Adapun tiga desa tersebut di antaranya, Desa Kalisari, Tangungan, dan Lebaksari di Kecamatan Baureno.

Menurut Andik ketiga desa merupakan daerah terakhir yang dilanda banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Pemerintah daerah menyalurkan bantuan berupa beras dan paket sembako menggunakan perahu.

"Di tiga desa ini, kesulitan akses keluar masuk tertutup. Sehingga jika warga ingin keluar harus menggunkan perahu untuk menyeberangi dareah yang terdampak banjir," terangnya. 

Sebelumnya lokasi tersebut, sudah menjadi langganan banjir, saat Bengawan Solo meluap bulan Februari lalu, Kecamatan Baureno juga terisolasi. "Tadi kami kirim bantuan logistik ke posko dapur umum relawan, untuk mengurangi beban masyarakat. Sebab rumah warga masih terisolasi," tambahnya.

Bencana banjir ini, dimanfaatkan para warga yang bekerja sebagai jasa penyeberangan menggunakan perahu. "Tadi saya melihat, untuk satu orang penumpang saja, harus membayar Rp 5 ribu," kata dia menceritakan. 

Selain dari BPBD Bojonegoro, banjir di Kecamatan Baureno juga mendapat perhatian serius dari Muspida Bojonegoro. Pasokan logistik sembako juga telah didistribusikan tim SAR gabungan bersama Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro, dan Dandim 0813 Letkol Redinal Dewanto.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up