alexametrics

Omzet Pedagang Oleh-oleh di Batam Turun 60 Persen

15 Februari 2019, 15:29:33 WIB

JawaPos.com – Sejumlah maskapai penerbangan menerapkan kebijakan bagasi berbayar sejak 22 Januari 2019. Kini dampaknya semakin terasa. Terutama terhadap sektor industri oleh-oleh. Para pelaku usaha semakin kehilangan pelanggan.

Di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), kebijakan bagasi berbayar sudah memberi dampak sebelum resmi diterapkan. Saat itu, omzet toko oleh-oleh sudah mengalami penurunan sekitar 45 persen.

Sekarang kondisinya lebih buruk. Pedagang oleh-oleh di Batam mengalami penurunan omzet hingga 60 persen. Hal tersebut menjadi ancaman bagi keberlangsungan usaha yang berkaitan dengan perkembangan pariwisata ini.

Nayadam adalah satu dari banyak toko oleh-oleh di Batam yang mengalami penurunan omzet secara signifikan. Kondisi tersebut telah membuat goyah pelaku usaha.

Manajer Operasional Nayadam Syarif Hidayatullah mengatakan, pihaknya sudah mulai kesulitan untuk mengimbangi operasional. Penurunan omzet yang diawal penerapan kebijakan bagasi berbayar sudah terasa, kini makin berdampak buruk bagi pelaku usaha sejenis. “Parah kami sekarang, bang. Sudah ada 60 persen penurunan (omzet) sekarang,” kata Syarif ketika dihubungi, Jumat (15/2).

Wisatawan di Batam tidak lagi antusias lagi untuk membeli oleh-oleh karena belum terlihat hadirnya solusi bagi mereka. Padahal sejumlah protes telah dilayangkan pelaku usaha pariwisata untuk meminta pemerintah mengintervensi pemberlakuan bagasi berbayar.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Bobi Bani

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Omzet Pedagang Oleh-oleh di Batam Turun 60 Persen