JawaPos Radar

LO Sepakat, Calon Kepala Daerah Boleh Berkampanye Kapan Saja

15/02/2018, 05:59 WIB | Editor: Imam Solehudin
Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi Pilkada (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi dibebaskan untuk berkampanye alias tanpa dibatasi waktu.

Kesepakatan itu dicapai setelah seluruh Liason Officer (LO) paslon menyetujuinya. Mereka sepakat tidak ada penjadwalan dalam rapat terbatas maupun tatap muka.

Itu artinya, setiap hari seluruh paslon berhak berkampanye.

"Hasil kesepakatan LO semua Paslon menyetujui tidak ada penjadwalan khusus terkait rapat terbatas ataupun tatap muka," ujar Komisioner kPU Kota Sukabumi Agung Dugaswara usai rapat koordinasi bersama seluruh Paslon di KPU Kota Sukabumi, Rabu (14/2), dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Grup).

Akan tetapi, terkait lokasi kampanye, semua LO menyepakati aturan bersama. Paslon yang pertama menginformasikan kegiatan kepada kepolisian, maka paslon tersebut berhak berkampanye di lokasi itu.

"Jadi untuk menghindari bentrokan, tidak boleh lebih dari satu paslon di lokasi yang sama. Maka pengaturannya melalui yang tercepat melaporkan kegiatan ke kepolisian," ucapnya.

Pemberian informasi tersebut, kata Agung, maksimal satu hari sebelum kegiatan. Pelaporan tersebut juga harus ditembuskan kepada KPU dan Panwaslu.

"Jadi tidak hanya ke kepolisian, surat itu harus ditembuskan juga kepada KPU dan Panwaslu," ungkapnya.

Apabila hal tersebut tidak ditempuh, kata Agung, maka Panwaslu lah yang akan bertindak. Baik pemberhentian ataupun pembubaran agenda kampanye.

"Kalau tidak ada pemberitahuan secara tertulis, maka Panwaslu akan memberhentikan dan membubarkannya," terangnya.

Agung mengatakan, rapat terbatas itu maksimal 1000 masa. Hal tersebut dilakukan di dalam ruangan.

"Pertemuan terbatas ini di lakukan di ruang tertutup," paparnya.

Selain itu, pelaksanaan kampanye dilarang dilakukan di tempat ibadah, sekolah, ataupun tempat yang dilarang dalam PKPU.

"Sesuai PKPU ada beberapa yang tidak boleh digunakan untuk berkampanye. Salah satunya di tempat peribadahan, sekolah ataupun lembaga pendidikan, gedung pemerintahan," jelasnya

Selain itu, seluruh paslon dianjurkan untuk tidak berkampanye saat libur nasional dan keagamaan.

"Menghormati hari libur keagamaan dan nasional, dianjurkan tidak berkampanye," paparnya.

Agung menambahkan, KPU Kota Sukabumi hanya bisa memberikan penjadwalan kampanye saat rapat umum dan debat kandidat.

"Selain rapat umum dan debat kandidat, itu jadwalnya diserahkan kepada paslon masing-masing," pungkasnya.

(mam/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up