JawaPos Radar

Kabupaten Malang Deklarasikan Tolak Politik Uang dan Isu SARA

15/02/2018, 00:35 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Deklarasi Damai
DEKLARASI: Kabupaten Malang bertekad untuk anti politik uang dan isu SARA dalam Pilgub Jatim 2018. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kabupaten Malang, mendeklarasikan diri untuk menolak politik uang dan isu suku agama ras dan antar golongan (SARA) di Pilgub Jatim 2018, Rabu (14/2). 

Deklarasi anti politik uang dan SARA ini merupakan kesepakatan bersama antara Polres Malang, Kodim 0818, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panwaslu dan segenap perwakilan partai politik. 

Dari deklarasi itu, semua pihak, termasuk perwakilan partai politik dengan tegas menolak adanya praktik politik uang. "Kami menolak adanya politik uang," kata salah satu perwakilan Partai NasDem, Abdul Rosyid. 

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Malang Abdul Fathah menjelaskan, potensi politik uang bisa saja terjadi dimana saja.

Bahkan, menurut dia, semua daerah di Kabupaten Malang berpotensi untuk terjadinya praktik politik uang. "Potensi politik uang bisa saja terjadi. Tergantung pasangan calon dan pemilihnya," kata dia. 

Dia menjelaskan, jika sampai hal ini terjadi Kabupaten Malang, sudah barang tentu akan mereka tindak dengan tegas. "Teman-teman parpol juga menolak adanya politik uang," kata dia. 

Sementara itu, mengenai isu SARA yang kemungkinan terjadi dengan sarana media sosial, yang dianggap paling cepat menyebarkan isu ini, menurutnya langkah konkret tidak hanya dilakukan melalui jalur media sosial saja. 

Bahkan, di kehidupan sehari-hari juga ada kelompok yang diduga mengarah pada isu SARA. "Harus dilakukan dengan langkah persuasif, tidak hanya di media sosial, namun juga secara langsung," kata dia. 

Untuk isu SARA yang berkaitan dengan Pilgub Jatim 2018, di Kabupaten Malang masih belum muncul indikasi ini. "Indikasi sementara masih belum ada," kata dia.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up