JawaPos Radar

Aplikasi Jalin Kasih Jadi Jalan Banyuwangi Entaskan Kemiskinan

15/02/2018, 00:19 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Abdullah Azwar Anas
Bupati Abdullah Azwar Anas saat di depan rumah Suhadiyah, 80, warga kurang mampu Banyuwangi (Pemkab Banyuwangi for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Upaya untuk mengentaskan warga dari garis kemiskinan menjadi salah satu pekerjaan berat pemimpin daerah. Itu termasuk tantangan yang harus diselesaikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Bupati muda itu menjawab tantangan dengan merampungkan sistem aplikasi bernama Jalin Kasih.

 

Aplikasi pengentasan kemiskinan terintegrasi bernama Jalin Kasih itu baru saja selesaikan Pemkab Banyuwangi. Pada Rabu (14/2), aplikasi diperkenalkan di depan rumah Suhadiyah, 80, warga kurang mampu di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo. Bupati Anas menjelaskan keunggulan aplikasi itu.

 

”Aplikasi ini berisi data digital semua masalah kemiskinan. Misalnya, data warga miskinnya, sangat rinci berbasis geospasial,” ujar Anas.

 

Aplikasi itu nantinya bisa diunduh di Google Play Store. Lantaran aplikasi tidak terbatas untuk warga Banyuwangi, maka semua orang bisa membantu mengentaskan kemiskinan di Banyuwangi.

 

”Inilah wujud pemerintahan kolaboratif. Pemerintah daerah tidak mungkin bisa membereskan semua hal karena jangkauan dan dana terbatas. Kalau berkolaborasi, pasti lebih mudah dan cepat mengatasi kemiskinan,” imbuhnya.

 

Anas mengatakan, aplikasi Jalin Kasih dirancang untuk memvalidasi semua data dan problem kemiskinan secara lengkap. Data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai untuk masing-masing individu.

 

Aplikasi Jalin Kasih memuat berbagai program penanggulangan kemiskinan seperti program distribusi makanan bergizi untuk warga lansia miskin secara rutin Rantang Kasih, Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), Bedah Rumah, Jemput Bola Rawat Warga Sakit, dan beasiswa Banyuwangi Cerdas.

 

”Rantang Kasih misalnya, kalau yang handle hanya pemerintah daerah, jangkauannya mungkin 2.000 warga. Kalau dikeroyok banyak orang, tentu lebih besar. Untuk mengajak orang ikut bantu, sistemnya harus mudah. Nah ini tinggak klik saja, dari seluruh dunia bisa bantu,” jelas Anas.

 

Masyarakat luas tinggal memilih, akan membantu atasi kemiskinan dari sisi yang dikehendaki. ”Mau rutin biayai kirim makanan ke lansia, mau jadi orang tua asuh anak putus sekolah yang sudah kita kembalikan ke sekolah, mau ikut bedah rumah, atau apa tinggal pilih di aplikasi. Mudah-mudahan tak lama lagi sistem ini selesai dengan sangat terintegrasi," ujar Anas.

 

Aplikasi itu sempat diujicobakan dengan mengantarkan Rantang Kasih berisi makanan bergizi ke rumah Nenek Suhadiyah di pelosok desa yang datanya ditemukan dengan bantuan peta lokasi di aplikasi Jalin Kasih.

(arm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up