alexametrics

Viral Video Polisi Diteriaki, Mapolda Jateng Banjir Karangan Bunga

15 Januari 2019, 15:25:12 WIB

JawaPos.com – Pemandangan tak biasa nampak di bagian depan atau halaman luar Mapolda Jateng, Selasa (15/1). Sederet rangkaian bunga berjajar rapi dan bertuliskan pesan dukungan kepada jajaran kepolisian.

Terlihat ada kurang lebih 6 karangan bunga tersandar di tembok luar Mapolda. Pengirimnya beragam, mulai dari EIN Institute, FPWJT (Forum Wartawan Pemprov-DPRD Jawa Tengah), Journalist Creative, dan Pelita (Persatuan Lintas Agama).

Koordinator Pelita, Setyawan Budy, mengatakan, pihaknya mengirimkan karangan bunga ini Senin (14/1) kemarin. Tepatnya, usai adanya insiden anggota Polda Jateng yang sempat diintimidasi saat mengamankan kegiatan Tablig Akbar 212 di Solo Raya, Minggu (13/1).

Kebanjiran Bunga
Setyawan kembali menjelaskan, rangkaian bunga yang dikirimkan pihaknya merupakan suatu bentuk solidaritas. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

“Idenya ketika kami mendapat dokumentasi aksi unjuk rasa di Solo, kami melihat satu adegan di mana salah satu peserta aksi mengolok-olok petugas kepolisian yang berjaga dengan membawa-bawa agama. Menurut kami itu salah satu tindakan tidak etis,” katanya saat dijumpai di depan Mapolda Jateng, Selasa (15/1).

Dalam video berdurasi hampir tiga menit yang tersebar melalui media sosial, terlihat salah seorang peserta Tablig Akbar menanyakan kepada anggota kepolisian satu per satu alasan mereka tak boleh menuju ke lokasi acara. Mereka mengatakan hanya mau menghadiri pengajian. Tapi di satu sisi, mereka turut melontarkan serangan verbal ke petugas.

Sementara, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono sebelumnya sempat mengatakan bahwasanya acara Tablig Akbar PA 212 di Solo kemarin tak berizin. Pihaknya sudah menyarankan panitia jika memang benar agendanya pengajian, maka lebih baik diselenggarakan di Masjid Agung, bukan di Gladak atau Jalan Slamet Riyadi. Karena itu jalanan umum.

“Mereka berpendapat bahwa kegiatan mereka giat agama sehingga tidak perlu izin, cukup pemberitahuan, sudah kita jelaskan bahwa kalau akan dilaksanakan di tempat umum/gladak, harus ada rekomendasi/izin dari Dishub Solo, tapi mereka tidak mengurusnya, sehingga polri juga tidak mengeluarkan izin. Karena tidak ada izin maka giat mereka juga kita batasi dan kita sekat di beberapa titik,” terangnya.

Setyawan kembali menjelaskan, rangkaian bunga yang dikirimkan pihaknya merupakan suatu bentuk solidaritas. Adapun sebuah video pendek serta lagu yang dibuatkan oleh rekan-rekan Pelita, berisikan support atau dukungan moril kepada kepolisian dalam menjaga kamtibmas di masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan di Solo kemarin ditengarai juga tak terlepas dari kepentingan politik. Diduga ada kampanye terselubung pada acara tersebut. Yang menyuarakan gerakan dukung mendukung salah satu paslon Pilpres 2019.

“Harus dipisahkan agama yang semestinya berada di ruang privat kemudian kepentingan politik yang ada di ruang publik. Jangan semestinya ditarik ke ranah politik dan sebaliknya. Kedua jangan sekali-kali menipu masyarakat dalam tanda kutip bahwa ada acara keagamaan yang ternyata di dalamnya justru ada sisipan kampanye,” katanya lagi.

Maka dari itu, ia meminta masyarakat suaya cerdas. Dan tak mudah terprovokasi oleh hal-hal macam ini. Oleh karenanya, ia pun mengapresiasi kepolisian yang bisa netral dalam hal ini.

“Penindakan-penindakan kampanye ini ada pada kewenangan Bawaslu. Maka kami minta Bawaslu juga mengambil tindakan tegas dalam rangka mem-back up kepolisian,” tandasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Viral Video Polisi Diteriaki, Mapolda Jateng Banjir Karangan Bunga