alexametrics

Ratusan Driver Grab Tuntut Kesejahteraan

15 Januari 2019, 14:46:39 WIB

JawaPos.com – Ratusan driver atau pengemudi ojek online Grab memarkir kendaraannya di depan Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (15/1). Mereka bukan sedang menunggu orderan. Tapi sedang melakukan aksi damai menuntut kesejahteraan di tengah semakin tingginya target yang harus dicapai.

“Ada perubahan sistem dan ini menguntungkan sebelah pihak. Kami merasa dirugikan. Kami para driver di Malang khususnya, ini (targetnya) terlalu tinggi,” ujar Koordinator Aksi Dedi Hermawan.

Selama ini, para driver telah berusaha maksimal untuk menutup tingginya target. “Kami mencoba semuanya buat fair dijalan. Melakukan kegiatan kami secara fair. Harus di jalan 24 jam untuk menutup poin,” jelasnya.

Melalui aksi ini, para driver mencoba menyampaikan aspirasi kepada kantor Grab di Malang. Salah satunya melalui pihak DPRD Kota Malang.

Setidaknya ada lima poin tuntutan yang diajukan. Pertama, perusahaan menaikkan tarif dasar. “Jangan sampai cuma Rp 4 ribu kemudian ada potongannya. Belum potongan di luar sepengetahuan kantor. Seperti parkir dan lain sebagainya. Belum tertarik dana lain, banyak,” ulasnya.

Kedua, target yang dibebankan jangan terlalu tinggi. “Harus dihitung bahwa kami membutuhkan waktu dengan keluarga. Waktu untuk refreshing,” tandas Dedi.

Saat ini, para driver ditarget untuk mencapai 48 trip per hari. 48 Trip bila dibuat sistem berlian, maka para driver akan mendapat 480 poin. “Jadi satu kali narik itu 10 berlian. Jadi 480 itu 48 (kali) narik. Dalam 24 jam kalau sampai 480 baru dapat uang kurang lebih Rp 220 ribu, insentif. Itu irasional. Itu tidak mungkin,” paparnya.

Ketiga, adanya order prioritas. Saat ini ada 4 order. Sementara tiga order yang sudah jalan antara lain bike, express, dan food. Para driver meminta agar semua order bisa diaktifkan.

“Kami minta semuanya di-on-kan. Sementara ini tidak dion-kan semuanya. Maksudnya dikunci, dipatenkan semua jalan. Seperti ojek online kompetitor. Jadi semua bisa ditarik. Saat ini bisa di off,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto mengatakan, kesimpulan dari aksi para driver yakni untuk meningkatkan kesejahteraan. “Yang dari awal sudah menuju jalan yang baik. Tapi hari-hari terakhir ini menurun. Seperti targetnya 20 menjadi 30. Terus dari angka Rp 4 ribu, menerimanya hanya Rp 1.300. Parkirnya Rp 2 ribu kena PPn Rp 300. Terimanya itu hanya Rp 2.700, kan kasian,” tutur Bambang.

Untuk membahas persoalan ini, DPRD Kota Malang akan mengundang pengurus Grab. “Minggu ini kami undang. Samakan persepsi dari teman-teman Grab ini sehingga ada solusi. Kami hanya menampung aspirasi saja,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Fiska Tanjung


Close Ads
Ratusan Driver Grab Tuntut Kesejahteraan