alexametrics

Kecanduan Game Online, Pelajar Nekat Menjambret

15 Januari 2019, 20:10:34 WIB

JawaPos.com – Polsek Bukitraya mengamankan dua pelaku jambret yang kerap mengincar kaum perempuan sebagai korban. Dua pelaku yakni, TMR, 18, yang masih berstatus pelajar dan Julio Gangga, 19, yang merupakan pengangguran. Mirisnya, aksi kejahatan itu nekat dilakukan si pelajar karena butuh uang untuk main game online.

Kanit Reskrim Polsek Bukitraya, Iptu Aspikar mengatakan, sebelum diamankan polisi, kedua pemuda ini diamankan warga setelah menabrak mobil usai melakukan aksi jambret terhadap Darmi Yunita, 33.
Mereka melancarkan aksinya di Jalan Imam Munandar, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Riau, Kamis (10/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Waktu itu korban sedang mengendarai sepeda motor. Namun, sewaktu di depan swalayan Fajar ada telepon masuk hingga korban mengambil handphone yang ada di dalam saku jaketnya dengan tangan sebelah kiri,” kata Iptu Aspikar, Selasa (15/1).

Saat handphone berada di tangan korban, kedua penjahat jalanan ini memepet korban dari arah belakang sebelah kiri dan langsung mengambil handphone di tangan korban. “Pelaku yang duduk di belakang langsung menarik handphone yang ada ditangan korban itu dengan cepat hingga berhasil diambil pelaku. Lalu korban langsung berteriak jambret,” sebutnya.

Setelah berteriak, korban melakukan pengejaran terhadap pelaku yang lari ke belakang SPBU. Hingga akhirnya, pelaku terjatuh setelah bertabrakan dengan mobil. Saat itu, korban yang berada di belakang pelaku juga ikut terjatuh.

“Pelaku berusaha melarikan diri dengan membawa sepeda motor ke samping SPBU. Karena warga mengetahui bahwa yang mendorong sepeda motor merupakan pelaku jambret, akhirnya dikejar dan diamankan warga,” ujarnya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Bukitraya. Kemudian petugas langsung menuju ke lokasi dan mengamankan pelaku yang sedang bersembunyi di toilet SPBU. “Ini ditangkap security SPBU,” bebernya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diamankan bersama barang bukti berupa, satu unit handphone android, handphone kedua pelaku dan sepeda motor yang mereka gunakan. “Sudah dibawa ke Mapolsek untuk penyidikan lebih lanjut,” kata dia.

Dari hasil interogasi sementara, diketahui bahwa kedua pelaku sudah beraksi di 5 lokasi. “Saat itu, pelajar ini beraksi dengan Rio. Handphone dijual harga enam ratus ribu Rupiah dan dibagi dua,” ungkapnya.

“Jadi uang hasil penjualan handphone yang di dapat dari hasil jambret digunakan para pelaku untuk main game di warnet. Saat ini sudah ditetapkan R sebagai DPO karena menadah barang curian,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Virda Elisya

Kecanduan Game Online, Pelajar Nekat Menjambret