alexametrics

Satu Jasad Korban Selat Malaka Teridentifikasi Warga Aceh Utara

14 Desember 2018, 15:15:45 WIB

JawaPos.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Polda Riau, kembali berhasil mengidentifikasi satu dari 11 jenazah yang ditemukan mengapung di perairan Selat Malaka, Bengkalis, Riau. Jasad berjenis kelamin laki-laki itu bernama Fakhrurrazi diketahui berusia 27 tahun. Ia teridentifikasi dari properti yang ditemukan bersamanya.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto mengatakan, korban merupakan warga Dusun Citra Murni, Kelurahan Manyang SB, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

“Teridentifikasi dari data antemortem dan postmortem. Yaitu mengenakan baju kaos belang hitam, celana pendek motif loreng, jam tangan, cincin bermata merah muda, gelang, serta gigi geligi berkarang serta bahu kiri ada bekas gigitan,” sebut Kompol Supriyanto, Jumat (14/12) siang.

Selain itu, pria yang memiliki tinggi badan sekitar 167 centimeter dan berat badan 60 kilogram ini, diketahui sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Di negara tetangga, ia bekerja sebagai Opera di sebuah casino.

“Menurut keterangan keluarganya abang kandung dan istri korban, dia pulang ke Indonesia karena ingin urus dokumen yang sudah mati,” jelasnya.

Polda Riau kata Supriyanto, sudah menghubungi keluarga korban di kampung halaman untuk segera mengambil jasad korban. “Rencananya akan tiba hari ini dan dibawa besok ke kampung halaman melalui jalur darat,” kata dia.

Sementara itu, sebelumnya seorang pria bernama Johan Irwandi, 40, mendatangi RS Bhayangkara Polda Riau, Minggu pagi (9/12). Pria asal Meunasah Manyang, Lhoksukon, Aceh Utara, itu jauh-jauh datang ke Pekanbaru untuk memastikan kabar dan keberadaan adik kandungnya, Fakhrurrozi.

Ia menduga, Fahrul termasuk salah satu dari 11 jenazah yang ditemukan mengapung oleh nelayan di perairan Selat Malaka, akhir bulan lalu. Belasan jasad itu diduga adalah korban kapal yang tenggelam.

“Kebetulan adik saya terakhir kontak dengan saya tanggal 20 November, sampai sekarang putus kontak. Kami beranggapan, apakah adik kami termasuk korban tenggelam di Dumai,” kata Johan saat itu.

Sebelum hilang kontak, Fahrul sempat mengabari keluarganya di kampung bahwa ia akan kembali ke Indonesia setelah 2 tahun bekerja di Malaysia.

Setelah menghubungi keluarganya, keesokan harinya nomor telepon Fahrul tak aktif lagi. Keluarga sudah berusaha menghubunginya, namun apalah daya, hasilnya masih nihil hingga sekarang. Mereka hanya bisa pasrah dan mencoba berpikir positif kalau Fahrul akan tiba di Aceh dengan kondisi sehat dan bugar.

Sementara itu, 11 jasad yang ditemukan di perairan Selat Malaka ini, diketahui merupakan TKI yang bekerja di Malaysia. Dalam insiden ini, 2 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu Hamid alias Boboi dan Jamal.

Mereka mengaku bahwa, menjemput 16 orang yang terdiri 15 dewasa dan 1 anak-anak dari Malaka, untuk dibawa ke Indonesia melalui jalur ilegal. Kemudian di tengah laut, kapal itu akhirnya tenggelam setelah diterjang ombak besar dan angin kencang.

Dari 11 yang ditemukan, 10 diantaranya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau guna dilakukan identifikasi. Sedangkan 1 mayat sudah dikebumikan di Dumai.

Dengan teridentifikasinya identitas Fahrul, maka sudah 5 jasad yang identitasnya diketahui. 4 jasad sebelumnya yaitu, dua jenazah asal Sumatera Barat (Sumbar), yakni Ujang Chaniago, 48, yang dibawa ke Padang; dan Mimi Dewi, 32, dibawa ke Painan.

Kemudian Marian Suhadi, 24, dibawa ke Langkat, Sumatera Utara: dan Paisal Ardianto, asal Dusun Gelam Dua, Kelurahan Bandar Khalipah, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (ica/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Satu Jasad Korban Selat Malaka Teridentifikasi Warga Aceh Utara