JawaPos Radar | Iklan Jitu

Saingi Soekarno Hatta, Bandara NYIA Akan Didukung Kereta Khusus

Jalan Tol Purworejo-Solo Digagas

14 Desember 2018, 15:54:29 WIB
Budi Karya Sumadi
SIDAK PROYEK: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi NYIA di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (14/12) (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan menyediakan 2 jenis kereta untuk menunjang operasional Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo. Kedua kereta tersebut yakni kereta reguler dari Stasiun Maguwo di Sleman menuju ke Stasiun Wojo di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Kemudian juga jalur kereta permanen, yang stasiunnya akan dibangun di Kedundang, Kabupaten Kulon Progo, DIJ. Dari Stasiun Wojo maupun Kedundang ini nantinya bisa langsung ke NYIA. "Jadi para penumpang maupun pengunjung bisa mendapat alternatif," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi NYIA di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (14/12).

Waktu tempuh kereta api dari Stasiun Maguwo, ke Bandara NYIA hanya memakan waktu 45 menit. Yakni, sampai ke Stasiun Wojo menghabiskan 30 menit, kemudian dari Stasiun Wojo ke NYIA memakai bus dalam waktu 15 menit.

Selain 2 jenis kereta api itu, nantinya juga akan dibuat jalan tol yang menghubungkan Purworejo-DIJ-Solo. Proyek tersebut saat ini masih dalam pembahasan bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIJ.
"Jalan tol Sentolo (Kulon Progo) ke Borobudur akan dibangun. Adanya jalan langsung ke Borobudur, maka turis datang ke Jogja menjadi lebih baik," katanya.

Budi Karya juga menegaskan, NYIA juga akan menjadi bandara internasional terbesar. Setelah Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai. Pengoperasian ditarget sudah bisa dimulai pada April 2019 mendatang.
Pada awal pengoperasian akan didahulukan penebangan internasional. Sedangkan untuk domestik, baru pada 2020 mendatang.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menambahkan, progres pembangunan per hari ini sudah mencapai 19 persen. "Kami akan memprioritaskan pembangunan air side, dengan menyelesaikan landasan pacu sepanjang 3.250 meter dan apron Maret nanti," katanya.

Sementara untuk terminal penumpang dibangun seluas 8.000 meter persegi dan mampu menampung 2-2,5 juta orang. Ditargetkan semua bisa selesai pada akhir 2019 mendatang. "Pengerjaan terminal penumpang saat ini mencapai 40 persen," ucapnya.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up