alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Menjelang Natal, Harga Daging Ayam di Surabaya Merangkak Naik

14 Desember 2018, 15:42:07 WIB
Menjelang Natal, Harga Daging Ayam di Surabaya Merangkak Naik
Salah seorang penjual daging ayam di Pasar Wonokromo. (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Harga beberapa komoditas daging di Surabaya mulai merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Antara lain daging ayam dan daging babi.

Pantauan JawaPos.com di tiga pasar yang ada di Surabaya, yakni Pasar Wonokromo; Gubeng Masjid; dan Pasar Pabean, harga daging ayam potong (boiler), naik sebesar Rp 4 ribu. Harga sebelumnya Rp 31 ribu, kini naik menjadi Rp 35 ribu per kg.

Sedangkan untuk ayam horen, masih berada pada kisaran harga Rp 44 ribu hingga Rp 45 ribu per kg. Meski demikian, tidak ada kelanggkaan stok yang terjadi. 

Salah seorang pedagang di Pasar Wonokromo, Hayyun, 55, mengatakan, kenaikan harga daging ayam diprediksi masih akan terjadi pada hari-hari berikutnya. Menurutnya, kenaikannya mencapai Rp 500 per hari.

"Sekarang memang banyak pembeli yang lebih memilih ayam horen. Soalnya lebih cocok untuk segala masakan. Misalnya, soto, bakso, dan nasi goreng," kata Hayyun kepada JawaPos.com, Jumat (14/12).

Kenaikan harga tak hanya terjadi pada daging ayam. Harga daging babi pada tingkat eceran juga mulai naik sejak awal bulan ini. Terutama daging babi biasa.

Kenaikannya, mencapai Rp 10 ribu dari harga sebelumnya. Biasanya, daging babi biasa harganya berkisar Rp 78 ribu per kg. Pemilik Toko Babi Tek di Jalan Kertajaya, Koh Tek, 60 mengatakan, kenaikan harga tidak hanya pada daging biasa.

Harga daging dari bagian tubuh babi lainnya juga naik. "Iga babi itu biasanya Rp 90 ribu. Tapi bulan ini sudah sampai Rp 100 ribu. Nanti, pas Natal, Tahun Baru, Hari Raya Imlek, pasti naik lagi," ucap Koh Tek.

Meski harganya melonjak, Koh Tek mengaku tak kesulitan mendapat pasokan daging dari koperasi atau distributor. Pembelinya juga tidak sepi, meski tak selalu dapat menjual banyak.

"Karena daging babi bukan kebutuhan sehari-hari. Hanya untuk perayaan saja. Pembeli juga nggak banyak belinya, hanya seperlunya saja," tambahnya.

Namun, kenaikan harga tidak terjadi pada komoditas daging sapi. Meski mahal, harganya tetap stabil sejak tahun lalu. Mulai dari daging sapi kualitas standar seharga Rp 100 ribu, hingga kualitas super yang mencapai Rp 110 ribu.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Pabean Siti Romlah, 31, mengatakan, harga daging sapi memang dirasa mahal sejak tahun lalu. Karenanya, dia mengalami penurunan pembeli.

"Semua orang beralih ke daging ayam. Saya saja hanya jual 50 kg per hari. Padahal, sebelumnya saya jual 60 kg per hari," kata Siti.

Secara terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya Joestamadji menerangkan, pihaknya telah meminta bantuan Pemprov Jatim untuk mengawasi stok dan harga semua bahan pangan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan satgas pangan.

"Kami tetap akan mengawasi terkait kestabilan harga dan stoknya," terang Joestamadji.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : (HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini