JawaPos Radar | Iklan Jitu

KPK Sudah Terbitkan 20 Sprindik Kasus Korupsi di Malang Raya

14 Desember 2018, 17:28:28 WIB
KPK terbitkan 20 sprindik korupsi malang raya
Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat berada di Malang, Jumat (14/12). (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerbitkan 20 surat perintah penyidikan (sprindik) terkait kasus korupsi di Malang. Sprindik itu ditujukan kepada anggota DPRD Kota Malang dan tiga Kepala Daerah di Malang Raya.

"Untuk kasus sendiri, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu sampai dengan saat ini ada surat perintah penyidikan yang sebenarnya pernah kami terbitkan di KPK, untuk tersangka sekitar 49 orang," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat berkunjung ke Malang, Jumat (14/12).

Febri menambahkan, sprindik juga ditujukan kepada kepala dinas, pihak swasta, dan kepala daerah di Jatim. "Satu mantan kepala daerah yang dalam kasus Mojokerto, mantan wakil Bupati Malang. Kalau ditambah itu tentu 50 (tersangka) ya," imbuhnya.

Dari 20 sprindik yang telah diterbitkan 11 diantaranya terkait kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran (TA) 2015. Selanjutnya 2 sprindik untuk TPK suap terkait pengganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD Pemkot Malang TA 2016 pada tahun 2015.

Kemudian, 3 sprindik untuk TPK suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu TA 2017. Sedangkan 2 sprindik untuk kasus penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan Bupati Malang. "2 sprindik TPK suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang TA 2011," lanjutnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi di Malang Raya. Salah satunya seperti yang dilakukan di Polres Malang Kota beberapa waktu lalu. Penyidik memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui adanya dugaan korupsi tersebut.

"Mereka diperiksa sebagai saksi. Kalau saksi itu berarti mereka memiliki pengetahuan, bisa melihat, bisa mendengar, atau bisa juga punya peran dalam rangkaian peristiwa. Itu yang didalami dari para saksi," kata pria berkacamata tersebut.

Terbaru, dalam kasus dugaan korupsi di Malang Raya, pihaknya baru saja melimpahkan berkas terkait kasus yang menyeret Bupati Malang Rendra Kresna. "Kemarin baru saja dilakukan pelimpahan, jadi penyidikannya baru selesai untuk pihak yang diduga sebagai pemberi pada Bupati Malang. Nanti akan diproses di persidangan di Surabaya," terangnya.

Pihaknya berharap, di persidangan bisa terungkap beberapa fakta-fakta lain yang memungkinkan untuk melihat apakah ada atau tidak ada pelaku lain. "Jadi prosesnya masih berjalan," pungkasnya.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : (fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up