JawaPos Radar

Perahu Satu Keluarga Dihantam Ombak, Satu Tewas, Satu Hilang

14/12/2017, 23:55 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Perahu Satu Keluarga Dihantam Ombak, Satu Tewas, Satu Hilang
Ilustrasi (doc. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Nahas menimpa satu keluarga yang menumpangi perahu longboat bermesin 25 PK. Diduga dihantam ombak besar, perahu yang mereka tumpangi terbalik dan tenggelam saat melintas di Perairan Tanjung Warkori-Pulau Boni Kabupaten Raja Ampat, Senin (11/12) sekitar pukul 17.30 WIT.

Dari 4 penumpang yang berada di longboat tersebut, 3 orang telah ditemukan. Dua korban dalam keadaan selamat, namun seorang lainnya sudah tak bernyawa. Sedangkan seorang penumpang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim Basarnas Sorong. 

Dilansir dari Radar Sorong (Jawa Pos Group), keempat korban yang berada di longboat 25 PK tersebut adalah Marthen Suruan (50), Rosita Mayor (48), Veronica Suruan (9), dan Yerry Suruan (1).

Kepala Basarnas Kota Sorong, Emy Freezer yang dikonfirmasi Selasa (12/12) membenarkan kejadian naas tersebut. “Kejadian tersebut benar adanya, tim dari Basarnas juga telah melakukan evakuasi. Dari 4 korban, 2 korban selamat yakni Rosita Mayor dan Veronica Suruan, sementara korban meninggal Yerry Suruan, korban hilang Marthen Suruan,” jelas Emy.

Dibeberkannya, kejadian kecelakaan laut ini pertama kali dilaporkan oleh Alosius Mamoribo yang mengatakan bahwa keluarganya yang berangkat pada Senin (11/12) sekitar pukul 17.30 WIT dari Kampung Makusuari dengan tujuan Pulau Boni, namun sekitar 500 meter lagi sampai di tempat tujuan atau pukul 22.50 WIT, hujan deras disertai angin dan gelombang menghantam perahu yang mereka tumpangi sehingga terbalik dan tenggelam.

Alosius Mamoribo yang melihat kejadian tersebut karena jarak kecelakaan dari tempat tujuan berkisar 4,5 nautical miles (sekitar 8,3 Km) kemudian menelpon pihak Basarnas Sorong. Mendapat informasi tersebut, tim Basarnas kemudian melakukan pencarian bersama warga sekitar.

Tim dibagi dua tim, tim A mencari ke arah utara, sementara tim B mencari ke arah selatan. Namun pencarian yang dilakukan tim Basarnas dan warga yang kurun waktu 4 jam tidak membuahkan hasil.

Saat kedua tim ingin melakukan pencarian di sekitar Tanjung Markori, warga mendapatkan 3 korban sedang terapung dengan mememgang jerigen, masing-maisng Rosita Mayor, Veronica Suruan dan Yerry Suruan. Sayangnya, Yerry Suruan sudah tidak bernyawa. Warga kemudian menghubungi Basarnas dan langsung mengevakuasi korban di Puskesmas terdekat. Sementara itu, satu korban lainnya, Marthen Suruan masih hilang dan kini pencarian Basarnas dan warga.

(sad/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up