JawaPos Radar

Gara-Gara Uang Belanja, IRT Hamil Nekat Tenggak Racun

14/12/2017, 07:05 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Gara-Gara Uang Belanja, IRT Hamil Nekat Tenggak Racun
Korban Sirhama Mukusibu (Gorontalo Post/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kesabaran Sirhama Mukusibu (45) memuncak. Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo itu akhirnya nekat minum racun rumput berjenis DMA hingga tewas.

Tindakan nekat yang dilakukan ibu yang tengah mengandung lima bulan tersebut dipicu karena sudah tidak dinafkahi lagi oleh suaminnya Dodi Bahuwa (30).

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (Jawa Pos Group), tindakan nekat bunuh diri yang dilakukan Sirhama Mukusibu itu terjadi Senin (11/12) sekitar pukul 02.00 Wita.

Bermula ketika terjadi perdebatan mulut antara kedua pasangan suami istri (pasutri) itu tentang masalah keterlambatan sang suami memberi nafkah kepadanya.

Bahkan, yang parahnya lagi upah sang suami yang bekerja sebagai petani terlambat diberikan bahkan terkadang dikurangi jumlahnya. Tak kuasa menahan emosinya yang sudah meluap-luap, Sirhama masuk ke dalam kamar meninggalkan Dodi suaminya duduk di ruang tamu.

Selang beberapa waktu menit kemudian, Sirhama melemparkan botol racun rumput jenis DMA hingga mengenai pintu kamar. Dodi yang kaget langsung menuju kamar dan menendang pintu kamar sambil marah-marah.

Betapa kagetnya ketika Doni setibanya di kamar melihat istrinya Sirhama duduk bersandar di tempat tidur sambil kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa.

Dodi yang panik, langsung memanggil ibunya Fatmah Djafar untuk menolongnya mengangkat Sirhama ke Puskesmas Limboto Barat. Sekitar pukul 03.00 WITA, korban dirujuk ke Rumah Sakit MM. Dunda.

Saat di rumah sakit, Sirhama Mukusibu meronta-ronta kesakitan hingga akhirnya jatuh ke lantai yang mengakibatkan mata bagian kirinya bengkak.

Setelah segala upaya pertolongan medes yang dilakukan pihak rumah sakit. Nyawa Sirhama Mukusibu tak tertolong lagi hingga mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 13.00 WITA.

Kapolsek Limboto Barat Iptu. Sutahal mengatakan, pihaknya telah mendampingi korban dan melakukan visum di Puskesmas Limboto Barat sampai di Rumah Sakit MM. Dunda Limboto.

“Keluarga menolak dilakukan otopsi,” kata Sutahal. Mantan penyidik Dit Reskrimsus Polda Gorontalo ini juga menambahkan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan keterangan serta bukti-bukti untuk penyelidikan kasus tersebut.

(sad/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up