alexametrics

Tanah Bergerak, 21 Bangunan dan Satu Jembatan Rusak

14 Desember 2016, 17:01:00 WIB

JawaPos.com- Pergerakan tanah di Trenggalek semakin luas. Kali ini Desa Terbis, Kecamatan Panggul, tepatnya di Dusun Dulur dan Dusun Krajan, dilanda bencana yang dipicu labilnya kondisi tanah saat musim hujan.

Ada 20 rumah, satu musala, dan satu jembatan yang rusak. Akibatnya, ada penghuni rumah yang mengungsi. Akses antardusun pun terancam karena jembatan rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp 940 juta dan luas area terdampak mencapai 50 hektare.

Kapolsek Panggul AKP Wajib Santoso kepada koran ini menyatakan, peristiwa itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah setempat sejak Sabtu (10/12). Saat itu, mulai muncul tanda-tanda retakan di jalan di Desa Terbis dan akhirnya meluas hingga Dusun Dulur dan Dusun Krajan pada Senin (12/12). ’’Semua tetap dipicu derasnya hujan di desa setempat,’’ jelasnya.

Berdasar data yang dihimpun koran ini, beberapa rumah yang rusak adalah milik Sunarto, Roimin, Senen, Sarni, Kaderi, Tumiran, Sumiati, Sarnen, Sinto, Lamijan, Jaiman, Jemain, dan Ariyadi. Musala di Dusun Dulur, jalan di Desa Terbis, dan jembatan penghubung antardusun juga rusak sehingga aktivitas warga terancam.

Di antara rumah-rumah tersebut, kediaman Senen, Sarni, Roimin, Tumiran, dan Sunarto terpaksa dibongkar karena berada di zona bahaya. Sementara itu, dinding dan lantai rumah-rumah lain serta musala retak. Sunarto dan Roimin mengungsi ke rumah kerabat.

Wajib melanjutkan, setelah mengetahui peristiwa tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Rumah warga yang memang berada di zona bahaya langsung dirobohkan aparat gabungan maupun masyarakat. ’’Untuk mengantisipasi hal terburuk, kondisi rumah yang sudah sangat mengkhawatirkan langsung dirobohkan,’’ katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Djoko Rusianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Menurut dia, peristiwa tersebut kali kesekian terjadi di Trenggalek.

Sebelumnya, lanjut dia, ada peristiwa serupa di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek; Desa Depok, Kecamatan Bendungan; Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu; Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule; serta Desa Wonoanti dan Desa Jajar, Kecamatan Gandusari. ’’Peristiwa ini memang kali kesekian terjadi di kabupaten ini. Lokasinya pun sama, yakni daerah pegunungan,’’ ungkapnya.

Djoko mengimbau masyarakat tetap waspada di lokasi-lokasi yang selama ini diketahui menjadi zona retakan tanah. Mengingat, hal itu berhubungan erat dengan cuaca ekstrem yang terus mendera Trenggalek. ’’Harus tetap waspada terhadap potensi bencana,’’ tuturnya. (rka/and/c5/diq)

Editor : fimjepe



Close Ads
Tanah Bergerak, 21 Bangunan dan Satu Jembatan Rusak