alexametrics

Kasus Tembakan Anak Bupati Majalengka, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

14 November 2019, 12:44:02 WIB

JawaPos.com – Polres Majalengka, Jawa Barat, belum menetapkan tersangka kasus penembakan yang terjadi pada Minggu (10/11). Pelakunya diduga Irfan Nur Alam yang merupakan anak Bupati Majalengka Karna Sobahi. Irfan diduga menembak seorang pengusaha atau kontraktor proyek Panji Pamungkasandi, 38.

“Belum (ditetapkan tersangka) karena kita masih menunggu penyidikan selanjutnya,” kata Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah di Majalengka, Rabu (13/11).

Hidayat mengatakan, belum ditetapkannya IN yang merupakan terlapor sebagai tersangka karena pihak kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut. “Kita telah melakukan gelar perkara dan saat ini statusnya yang semula dalam penyelidikan, kini sudah kita naikkan menjadi penyidikan,” ujarnya.

Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah di Majalengka, Rabu (13/11). (Antara)

Sejauh ini pihaknya mengaku sudah memanggil sembilan saksi untuk kasus penembakan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh Irfan Nur Alam terhadap Panji Pamungkasandi. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan saksi,” kata Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah di Majalengka, Rabu.

Menurut dia, sembilan saksi yang sudah dimintai keterangannya itu berasal dari kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor. Hal ini agar proses berjalan dengan baik.

Setelah bukti-bukti diperoleh dan alat bukti sudah diamankan, maka pihaknya akan melakukan uji balistik. “Setelah itu baru kami gelar perkara kembali dan meningkatkan status IN, yang merupakan anak bupati Majalengka,” ujarnya.

Diketahui Irfan Nur Alam merupakan ASN Pemkab Majalengka dengan jabatan saat ini kepala bagian ekonomi pembangunan pemkab. Anak bupati Majalengka itu juga menjabat ketua Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Majalengka. Sebelum menjadi kepala bagian, pria kelahiran 13 Juni 1984 itu pernah bertugas di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Majalengka.

Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menyatakan, dirinya beserta keluarga akan kooperatif mengikuti proses hukum. ’’Sebagai bupati Majalengka, saya mohon maaf jika masyarakat merasa terganggu pemberitaan yang tidak nyaman, walaupun berita itu baru beredar secara sepihak,’’ kata Karna kepada wartawan, Selasa (12/11).

Menurut Karna, keluarga telah menunjuk tim pengacara untuk menangani persoalan tersebut. Tim penasihat hukum pun sudah mengumpulkan informasi tentang kronologi kejadian. ’’Supaya masyarakat bisa memahami kejadian yang sebenarnya. Selama ini, berita yang telanjur viral baru dari pihak pelapor,’’ ujarnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Antara



Close Ads